Thursday, November 26, 2020
Home TIPS DAN ULASAN {:id}Bagaimana Memperkirakan Terjadinya Korupsi (ID){:}{:en}Bagaimana Memperkirakan Terjadinya Korupsi{:}

{:id}Bagaimana Memperkirakan Terjadinya Korupsi (ID){:}{:en}Bagaimana Memperkirakan Terjadinya Korupsi{:}

Menurut Sheila? O Coronel dalam buku Investigating Corruption A Do It Your Self Guide, korupsi terjadi ketika seseorang yang memiliki kekuasaan atau kewenangan dalam pemerintahan mengambil keuntungan dari peraturan yang ada. Sepandai-pandainya seorang melakukan korupsi, perlahan-lahan tindakan ini akan juga terbongkar, dimulai dengan perubahan pada gaya hidupnya, aset yang dimilikinya, perilaku, serta konflik kepentingan apa yang melibatkan dirinya.

Melacak gaya hidup

Banyak orang mungkin menerima begitu saja kehidupan pejabat yang dianggap mewah, tanpa hendak bertanya lebih jauh, berapa sesungguhnya gaji resmi pejabat tersebut. Hidup yang mewah dari seorang pejabat (rumah yang mewah, mobil mahal, perangkat gawai terbaru) adalah cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi apakah pejabat terebut melakukan korupsi.

Datang berkunjung ke rumah atau kantor si pejabat bisa menjadi cara pertama untuk melihat gaya hidup si pejabat. Dari kunjungan tersebut mungkin kita akan bisa melihat langsung berapa jumlah mobil yang dimilikinya, berapa luas rumahnya, barang mahal yang ada dalam rumah tersebut. Kita pun bisa memperhatikan pakaian yang dikenakannya, jam? tangan yang dipergunakannya, gawai yang ia pakai. Dimana anaknya bersekolah, kemana mereka menghabiskan waktu libur, juga bisa menjadi titik awal untuk mendeteksi korupsi.

Melacak aset pejabat

Untuk melacak aset pejabat kita bisa mulai dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat? Negara (LHKPN). Walaupun isi data ini sering kali dikecil-kecilkan oleh si pejabat, namun paling tidak ini adalah dokumen publik yang berguna untuk pelacakan lebih lanjut. Setiap pejabat diharuskan mengisi laporan ini pada saat sebelum menjabat dan sesudah menjabat.

Wartawan bisa memanfaatkan data ini untuk mengecek aset yang dimiliki pejabat tersebut apakah mengalami kenaikan secara wajar atau tidak wajar.

Melacak Konfik Kepentingan si Pejabat

Deteksi atas korupsi juga bisa dilakukan dengan melihat apakah si pejabat memiliki konflik kepentingan dalam keputusan yang ia buat. Misalnya ketika ia membuat keputusan terkait suatu perusahaan tertentu dimana ia memiliki saham perusahaan tersebut, atau pekerjaan tertentu dari departemennya diserahkan kepada perusahaan keluarganya.

Melihat perilaku dari si pejabat

Jika kita sering melihat si pejabat duduk bersama dan berbicara dengan orang-orang yang punya kaitan dengan perkara tertentu, kita bisa menduga adanya suatu pembicaraan penting. Kita harus membuktikan apakah pertemuan semacam itu mengandung persekongkolan atau tidak. Misalnya para hakim dilarang bertemu dengan pihak yang sedang berperkara di pengadilan, dan jika menemukan hal yang sebaliknya, kita patut menduga ada upaya tertentu di belakang pertemuan seperti ini.

Menginvestigasi teman-teman, saudara dan kroni dari si pejabat

Nepotisme dan kroniisme adalah bentuk yang paling berbahaya dari korupsi, karena ada keberpihakan tertentu yang dilakukan pejabat kepada temannya, saudaranya ataupun kroninya. Oleh karena itu penting juga untuk menyelidiki siapa saudara-saudara si pejabat, teman dekatnya, kroninya, untuk melihat apakah ada perlakuan istimewa yang diberikan si pejabat kepada orang-orang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Laporan Kekerasan di Detensi Imigrasi Malaysia Bakal Ditindaklanjuti

Sebanyak 43 pekerja mengaku mendapatkan kekerasan dan perlakukan tidak manusiawi selama ditahan di detensi Imigrasi Malaysia sebelum...

Ramai-Ramai Melanggar Protokol Kesehatan

Mengendarai Vanderhall—mobil beroda tiga buatan Amerika Serikat—bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Aep Saepuloh...

Digulung Proyek Strategis Nasional

“Jangan ki naik, kalau tenggelam mi kapal bagaimana?” cerita Iwan, nelayan Kodingareng, kepada Jaring.id saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 25 Agustus 2020. Iwan merupakan salah...

Tergusur “Ratu Belanda” di Perairan Spermonde

Enam jam mengarungi perairan laut Pulau Kodingareng, Sangkarrang, Makassar pada Minggu, 23 Agustus 2020, Iwan (36) tak kunjung mendapat ikan. Padahal lokasi tersebut merupakan...

Recent Comments