Ilustrasi: Nodjadong Boonprasert untuk GIJN
Ilustrasi: Nodjadong Boonprasert untuk GIJN

Cara Industri Minyak dan Gas Melakukan Lobi

Gambaran soal politik yang dikendalikan lobi industri minyak begitu melekat dalam kesadaran publik. Banyak liputan investigatif mengungkap kebenaran di balik citra tersebut. Lobi dilakukan untuk memblokir regulasi iklim tertentu, mengurangi tarif pajak, mendapatkan akses ke lahan masyarakat guna eksplorasi minyak dan gas, atau memengaruhi cara pembuat keputusan memahami sistem energi masa. Langkah tersebut kerap kali berhasil.

Perusahaan minyak dan gas harus memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham. Mereka sering menentang peraturan yang memengaruhi laba bersih mereka, tanpa mempertimbangkan kepentingan publik yang lebih luas. Gelontoran dana perusahaan untuk memengaruhi kebijakan dan cara dana tersebut digunakan oleh pengacara, penasihat humas, dan konsultan politik, menempatkan kelompok masyarakat sipil serta para pembuat kebijakan pada posisi yang sangat tidak menguntungkan. Menurut OpenSecrets, dalam enam bulan pertama 2024 saja, perusahaan minyak AS telah menghabiskan US$72 juta (lebih dari Rp1 triliun) untuk lobi federal di Amerika Serikat.

Bab ini membahas bagaimana perusahaan bahan bakar fosil berupaya memengaruhi para pengambil keputusan dan memberikan saran kepada jurnalis untuk mengungkap bukti upaya lobi dan menyampaikannya kepada publik. Jangkauan dan skala kerja investigasi yang telah dilakukan terhadap industri minyak dan gas sangat besar. Beberapa di antaranya adalah

  • Hubungan sangat dekat yang dinikmati oleh TotalEnergies dengan kementerian luar negeri Prancis. Menurut Le Monde, Menteri Ekonomi Bruno Le Maire menegaskan kepada para senator negara itu bahwa TotalEnergies tidak mendapatkan keuntungan dari “perlakuan yang menguntungkan.”
  • Para bos perusahaan minyak mengumpulkan dana dengan nilai signifikan untuk upaya pemilihan kembali Trump, menurut The Washington Post dan Financial Times. Para eksekutif perusahaan minyak yang disebutkan dalam berita tersebut menolak berkomentar.
  • Lobi “terselubung” oleh raksasa pertambangan dan minyak, Vedanta, untuk melemahkan peraturan lingkungan di India. Liputan ini dipublikasikan oleh OCCRP dan The Hindu. Vedanta mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa India lebih mandiri dalam hal energi.
  • Bloomberg mengungkap kampanye lobi senilai US$10 juta oleh Occidental Petroleum agar perusahaan tersebut memperoleh subsidi penangkapan karbon senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Occidental menolak mengomentari temuan tersebut.
  • Unearthed dan Channel 4 News memberitakan lobi ExxonMobil terhadap paket iklim utama pemerintahan Biden, beserta taktik lobinya. Exxon mengatakan bahwa lobinya terkait dengan kenaikan pajak yang membantu mendanai paket infrastruktur Biden.
  • Drilled dan Guardian mengungkap bagaimana perusahaan minyak menarik dana untuk penelitian alga. Hal itu merupakan bagian penting dari upaya teranyar untuk meyakinkan para pembuat kebijakan dan publik bahwa perusahaan-perusahaan tersebut serius dalam mengatasi perubahan iklim. Exxon mengatakan bahwa sepanjang 12 tahun menggarap biofuel alga, perusahaan telah menginvestasikan US$350 juta.

Bab ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama tentang lobi langsung — upaya perusahaan untuk secara langsung memengaruhi para pengambil keputusan melalui donasi dan persuasi; bagian kedua tentang lobi tidak langsung, serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memengaruhi opini publik dan menekan para pengambil keputusan. Demi kejelasan dan koherensi, bab ini akan berfokus pada lobi minyak dan gas. Meski demikian, banyak kiat dan alat yang juga bisa dipakai untuk menyelidiki perusahaan batu bara atau perusahaan energi terbarukan.

Investigasi Financial Times terhadap permintaan donasi perusahaan minyak oleh Donald Trump untuk kampanye kepresidenannya pada 2024 mendokumentasikan hubungan keuangan yang erat antara industri ini dengan Partai Republik AS selama bertahun-tahun. Gambar: Tangkapan layar, Financial Times
Investigasi Financial Times terhadap permintaan donasi perusahaan minyak oleh Donald Trump untuk kampanye kepresidenannya pada 2024 mendokumentasikan hubungan keuangan yang erat antara industri ini dengan Partai Republik AS selama bertahun-tahun. Gambar: Tangkapan layar, Financial Times

 

Kiat dan perangkat

Geografi

Penting untuk membuat tujuan yang jelas sejak awal, kecuali liputan dimulai dengan petunjuk kuat. Perusahaan minyak dan gas akan melakukan lobi, dimanapun dan kapanpun hal itu sejalan dengan kepentingan mereka. Sebagai contoh, banyak lobi terjadi di Amerika Serikat. Pasalnya, negara ini adalah produsen minyak dan gas terkemuka di dunia serta konsumen energi terbesar kedua di dunia. 

Perusahaan minyak dan gas internasional menghasilkan sebagian besar keuntungan mereka di Amerika Serikat. Akibatnya, sebagian besar lobi terkait dengan upaya domestik untuk mempermudah dan mempermurah pengeboran minyak dan gas (termasuk melalui pajak yang lebih rendah). Lobi juga dilakukan untuk menghalang-halangi kebijakan yang dirancang untuk mengurangi permintaan produk mereka seperti dukungan untuk kendaraan listrik dan jaringan listrik yang didekarbonisasi.

Lobi di AS terjadi di semua tingkat pemerintahan — dari Washington DC dan partai politik nasional hingga ibu kota negara bagian serta pemerintahan lokal. Para penggagas lobi ini juga beragam. Ada perusahaan minyak dan gas besar seperti Exxon dan Chevron dan ribuan produsen minyak dan gas independen. Mulai dari perusahaan kecil yang dioperasikan oleh keluarga hingga korporasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak sendirian dalam melakukan lobi. Asosiasi perdagangan (misalnya di AS atau UE), konsultan, dan pengacara juga memainkan peran penting.

Gambarannya sangat berbeda di negara-negara dengan sumber daya minyak dan gas yang terbatas. Di Italia dan Prancis misalnya, lobi minyak dan gas didominasi oleh perusahaan minyak besar yang beroperasi di negara tersebut seperti ENI dan Total. Di Prancis, lobi bertujuan mencari dukungan diplomatik pemerintah Prancis untuk kegiatan perusahaan di luar negeri. Di Italia, ENI yang merupakan pengecer produk minyak bumi, diduga memainkan peran dalam upaya membentuk kebijakan energi dan iklim nasional. Mereka menolak mengomentari tuduhan tersebut, menurut laporan di Guardian.

Di negara dengan sedikit sumber daya minyak dan gas dan tidak memiliki produsen minyak dan gas dalam negeri, tingkat lobi kemungkinan besar akan ditentukan oleh seberapa besar konsumen minyak dan gas di negara tersebut. 

Konferensi iklim global PBB COP28 pada 2023 di Dubai mempertemukan perwakilan dari seluruh dunia, seperti Utusan Khusus Presiden AS untuk Iklim John Kerry. Hampir 2.500 pelobi minyak dan gas juga hadir dalam helatan tersebut. Gambar: Tarek Ibrahim, Shutterstock
Konferensi iklim global PBB COP28 pada 2023 di Dubai mempertemukan perwakilan dari seluruh dunia, seperti Utusan Khusus Presiden AS untuk Iklim John Kerry. Hampir 2.500 pelobi minyak dan gas juga hadir dalam helatan tersebut. Gambar: Tarek Ibrahim, Shutterstock

Investigasi terkini oleh Centre for Climate Reporting menemukan bahwa Arab Saudi berupaya menstimulasi permintaan produk minyaknya di negara-negara di Afrika dan Asia Selatan. Mereka melakukan intervensi untuk meningkatkan jumlah mobil, bus, dan truk berbahan bakar fosil. Ketika dimintai komentar, pemerintah Saudi mengabaikan permintaan tersebut.

Selain lobi di tingkat negara, perusahaan minyak dan gas juga berupaya memengaruhi lembaga multilateral seperti G7, G20, dan PBB. Selama negosiasi iklim global PBB di Dubai pada tahun 2023 (COP28), tercatat 2.456 pelobi bahan bakar fosil menghadiri helatan tersebut.

Aktor kunci

Penting juga untuk memetakan pelaku utama, baik di negara tertentu yang diselidiki ataupun secara multilateral. Di Australia misalnya, terdapat perusahaan minyak dan gas internasional, termasuk Chevron, Exxon, BP, dan Shell, tetapi ada juga perusahaan domestik penting seperti Santos. Selain itu, ada asosiasi perdagangan tingkat nasional dan negara bagian yang melobi atas nama industri. Ini bisa berupa kelompok khusus bahan bakar fosil seperti Australian Energy Producers dan Queensland Gas Association, atau kelompok lobi ekonomi yang lebih umum seperti Business Council of Australia.

Asosiasi bisnis bisa menjadi titik mula yang baik ketika menyelidiki aktivitas lobi industri minyak dan gas. Pasalnya, kehadiran mereka memungkinkan perusahaan untuk mengadvokasi kebijakan kontroversial tanpa harus tampak terlibat secara langsung. Jika terdapat kelompok perdagangan tertentu menentang kebijakan iklim, ada baiknya mencari bukti lobi langsung oleh perusahaan minyak dan gas terkait masalah tersebut. Perusahaan sering kali menentang kebijakan secara terbuka melalui asosiasi bisnis, tetapi melobi secara langsung dalam pertemuan pribadi dengan para pembuat kebijakan.

Dalam laporan investigasi terhadap pengaruh politik ExxonMobil pada 2021, salah satu pelobi utama perusahaan tersebut menyebut lobi dilakukan pada isu-isu kontroversial, seperti penggunaan bahan kimia beracun PFAS, dengan menggunakan American Petroleum Institute sebagai wahana. Hal itu dilakukan lantaran ExxonMobil tidak ingin dikaitkan dengan lobi diam-diam untuk menunda atau melemahkan regulasi terhadap PFAS (dikenal sebagai “forever chemicals”) dan limbah plastik di Amerika Serikat. Exxon merespons tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa mereka tidak memproduksi produk PFAS, tetapi menggunakannya.

Dari sudut pandang peliputan, ada sejumlah cara untuk mengungkap bukti lobi langsung. Bangunlah hubungan dengan orang-orang di kementerian/lembaga, politisi dan staf mereka, serta karyawan yang bekerja untuk perusahaan progresif dan terlibat dalam asosiasi bisnis. Selain itu, cobalah mengajukan permohonan informasi publik (meskipun, secara umum, ini adalah alat yang semakin tidak berguna); dan menyisir basis data yang tersedia untuk umum tentang kontak lobi antara perusahaan dengan pembuat keputusan.

Perhatikan juga kelompok kampanye bentukan asosiasi bisnis dan perusahaan minyak – lazim disebut astroturf – yang fokus pada isu tertentu. Mereka berusaha memberikan kesan palsu tentang dukungan publik terhadap posisi industri. Investigasi oleh E&E News mengungkapkan bahwa kelompok tersebut menjalankan kampanye iklan bernilai jutaan dolar di California menjelang pemungutan suara publik tentang kebijakan iklim. Liputan tersebut mengungkap kalau presiden dan CEO Western States Petroleum Association (WSPA) — asosiasi perdagangan minyak dan gas berpengaruh — berada di dewan Californians for Energy Independence (CEI). CEI terkait dengan WSPA, tetapi penamaannya dirancang agar tampak seperti inisiatif akar rumput. WSPA membantah mendanai iklan CEI dan mengarahkan strateginya.

 

Masalah Utama

Memetakan inisiatif dan proposal legislatif yang berdampak pada industri minyak dan gas juga bisa menjadi awalan berguna bagi jurnalis. Proses tersebut bisa terjadi di sebuah negara maupun di level multilateral. Usulannya bisa berupa pajak atas laba minyak dan gas, undang-undang untuk mengurangi emisi karbon dari fasilitas minyak dan gas, atau rencana subsidi kepada bentuk energi terbarukan seperti angin dan matahari. Hubungi lembaga think-tank yang fokus pada isu ini untuk mencari tahu. Jurnalis juga bisa menggunakan sumber terbuka untuk mengumpulkan kepingan informasi. Namun ingatlah bahwa inisiatif yang sedang dilobi oleh perusahaan minyak dan gas dapat mencakup aturan lokal tentang polusi udara, undang-undang baru yang sedang diperdebatkan di badan legislatif nasional, atau negosiasi multilateral mengenai perjanjian iklim.

Penting untuk memahami proses legislatif dan pembentukan peraturan agar jurnalis bisa mengetahui proses lobi yang terjadi. Identifikasi pihak-pihak yang mungkin terlibat seperti kelompok kepentingan, asosiasi bisnis, anggota legislatif, hingga pejabat negara dari kementerian tertentu. Minta tanggapan mereka mengenai aturan yang sedang dibahas untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Cermati pernyataan-pernyataan mereka untuk mengetahui siapa saja yang bekerja sama dengan industri minyak dan gas. Jika kamu mewawancarai politisi, staf atau orang lain yang dekat dengan proses lobi, pastikan untuk mendapatkan nama-nama orang yang terlibat. Mencermati data donasi politik, baik secara langsung maupun dengan menggunakan media sosial, dan mengamati peserta yang menghadiri acara yang dihelat kelompok industri juga bisa dilakukan.

 

Lobi Langsung

Ada berbagai cara untuk mengungkap rincian lobi langsung oleh perusahaan dan asosiasi industri. Detailnya tentu berbeda di setiap negara. Bagian berikut akan memberikan beberapa saran dan ilustrasi untuk menemukan informasi dan memulai investigasi.

Sumbangan Politik

Perusahaan minyak banyak memberikan uang kepada politisi. Mulai dari sumbangan kecil kepada politisi lokal hingga dana besar untuk kelompok politik nasional. Proses tersebut bisa juga terjadi melalui korupsi. Alasan pemberian sumbangan beragam dan sulit untuk dijelaskan dengan tepat, tetapi bisa memberi petunjuk mengenai prioritas politik perusahaan minyak dan gas.

Berdasarkan situs webnya, ExxonMobil memberikan uang kepada legislator negara bagian AS – sebagian besar di area di mana mereka memiliki kepentingan komersial. Di tingkat nasional, perusahaan tersebut juga memberikan dana kepada organisasi yang beranggotakan para pembuat kebijakan. Organisasi tersebut mempertemukan para anggota parlemen negara bagian dan staf mereka untuk melakukan rapat di resor mewah. Kelompok-kelompok tersebut pada dasarnya menjual akses ke perusahaan dan orang kaya untuk mengongkosi upaya pemilihan kembali anggota mereka. Sebagai insentif, perusahaan yang menyumbang mendapatkan akses langsung dan diskusi off the record kepada politisi-politisi paling berpengaruh di Amerika Serikat yang seringkali terlibat langsung dalam mengawasi kepentingan komersial perusahaan.

Para demonstran melakukan protes di luar gedung lobi industri bahan bakar fosil, di London. Gambar: Shutterstock
Para demonstran melakukan protes di luar gedung lobi industri bahan bakar fosil, di London. Gambar: Shutterstock

Berdasarkan contoh di atas, kita tahu Exxon memberikan uang kepada organisasi tertentu dan menerbitkan informasi tersebut di situs webnya. Banyak perusahaan minyak besar melakukannya, termasuk memublikasikan rincian keanggotaan mereka dalam asosiasi bisnis. Hal tersebut merupakan respons atas tekanan investor agar perusahaan lebih transparan tentang lobi mereka.

Cara lain untuk mencari tahu sumbangan politik di AS adalah mengunjungi situs web Open Secrets. Sementara itu, di Inggris, donasi dapat dicari melalui Register of Interests for the UK Parliament atau melalui Electoral Commission

Banyak negara tidak mempublikasikan data sumbangan politik. Titik awal untuk melihat apakah negara yang kamu telisik mempublikasikan rincian donasi politik adalah situs web International Institute for Democracy and Electoral Assistance. Di Eropa, investigasi pendanaan kampanye Follow the Money juga merupakan tempat yang bagus untuk memulai.

Perlu dicatat bahwa sumbangan politik bisa berasal langsung dari perusahaan, asosiasi bisnis, atau dari individu yang merupakan pemegang saham utama perusahaan. Dalam siklus pemilihan umum AS tahun 2024 misalnya, pimpinan perusahaan pipa Energy Transfer, miliarder Kelcy Warren, secara pribadi menyumbangkan US$5 juta agar Donald Trump terpilih kembali.

Korespondensi dan Pertemuan

Penting untuk mendapatkan bukti kontak antara staf perusahaan dan para pengambil keputusan saat menyelidiki lobi. Upaya lobi bisa berupa tanggapan terhadap konsultasi pemerintah; tanggapan di komite legislatif; korespondensi email dengan pejabat dan politisi; serta pertemuan resmi dan tidak resmi dengan para pengambil keputusan. Mengungkap rincian pertemuan dan korespondensi tersebut, mungkin sulit. Pasalnya, kedua belah pihak sering kali berusaha keras merahasiakan kontak yang terjadi di antara mereka.

Beberapa basis data kontak lobi yang tersedia adalah:

Basis data ini juga dapat berguna untuk mengetahui pergerakan yang terjadi antara industri dengan pemerintah ketika pejabat senior bekerja industri menempati posisi di pemerintahan atau pejabat pemerintah yang berpindah ke sektor industri. Linkedin dan informasi sumber terbuka lainnya juga dapat membantu memberikan informasi tentang pelobi atau pejabat dan hubungan mereka dengan industri/pemerintah.

Ketika sumber data lobi tak tersedia, kontak antara perusahaan dengan pejabat bisa ditelusuri melalui siaran pers, kiriman media sosial, atau percakapan dengan sumber industri atau pemerintah. Jurnalis juga bisa mengajukan permohonan informasi publik jika memungkinkan .

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu apa yang dibahas dalam pertemuan atau rapat. Jika undang-undang kebebasan informasi/hak atas informasi (FOIA/RTI) berlaku, ajukan permintaan korespondensi, notulen, dan catatan yang berkaitan dengan rapat dan isu-isu yang dibahas. FOIA/RTI menjadi tidak berguna ketika pemerintah berusaha untuk memblokir dan menunda pengungkapan informasi publik. Ketika hal tersebut terjadi, cara terbaik adalah membangun hubungan dengan pelaku industri, pemerintah, partai politik, dan masyarakat sipil. Jika bahan-bahan tersebut mengindikasikan kalau telah terjadi pelanggaran terhadap kepentingan publik, tetapi perusahaan dan pemerintah enggan memberikan rincian substantif, maka penggunaan teknik penyamaran dapat dibenarkan.

Sumber informasi lainnya mengenai lobi adalah basis data konsultasi pemerintah. Di AS misalnya, situs web Regulations.gov bisa dipakai untuk mencari mencari pengajuan konsultasi dengan pemerintah yang diajukan oleh perusahaan dan asosiasi perdagangan. Penggunaan basis data ini dapat menghasilkan berita penting yang menarik perhatian publik seperti usaha perusahaan melobi pemerintah untuk melanggar kepentingan publik pada topik yang kontroversial. Uni Eropa juga memiliki sistem serupa dengan AS, meskipun terkadang permohonan informasi publik mesti diajukan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Salah satu contohnya adalah berbagai tanggapan untuk konsultasi tentang kendaraan listrik, termasuk tanggapan dari industri gas alam yang melobi pemerintah untuk mendapatkan dukungan bagi kendaraan bertenaga gas alam.

 

Lobi Tidak Langsung

Lobi tidak langsung dapat berkisar dari inisiatif untuk merumuskan proposal kebijakan tertentu – seperti kampanye California Astroturf yang disebutkan di bagian awal tulisan ini – hingga upaya terus-menerus untuk membentuk pandangan publik tentang isu-isu energi secara umum.

Upaya untuk membentuk cara publik mendiskusikan perubahan iklim menjadi penting lantaran kemampuannya membuat langkah-langkah penting untuk mengatasi perubahan iklim tampak ekstrem jika dibandingkan dengan solusi sederhana yang ditawarkan oleh industri minyak dan gas. Berbagai cara dilakukan. Mulai dari memberikan donasi dan bekerja sama dengan lembaga pemikir dan universitas, memasang iklan di TV, media sosial, dan papan reklame, menempatkan berita dan cerita yang mendukung industri di media, serta menggunakan orang atau kelompok lain yang dipercaya sebagai pendukung mereka. Semua ini dibuat agar lingkungan politik dan publik mendukung kepentingan industri minyak dan gas, termasuk dengan melakukan lobi langsung dan menciptakan tekanan politik serta kontroversi di media yang mereka buat sendiri.

Investigasi DeSmog menemukan kampanye iklan bahan bakar fosil yang intens difokuskan pada stasiun metro utama di London dekat kantor-kantor pemerintah Inggris. Gambar: Tangkapan layar, DeSmog
Investigasi DeSmog menemukan kampanye iklan bahan bakar fosil yang intens difokuskan pada stasiun metro utama di London dekat kantor-kantor pemerintah Inggris. Gambar: Tangkapan layar, DeSmog

Menjelang pemilihan presiden AS 2024, salah satu asosiasi minyak di AS, menargetkan negara-negara bagian kunci dengan kampanye iklan yang menyerang upaya pemerintahan Biden mempromosikan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Tujuan dari kampanye tersebut tampaknya adalah untuk membentuk pandangan publik bahwa kebijakan tersebut mahal secara politis sehingga harus dilemahkan atau dibatalkan. Perusahaan-perusahaan minyak dan gas juga memasang iklan papan reklame yang ditargetkan untuk mempromosikan betapa ‘hijau’nya mereka atau peran penting gas dalam transisi energi. Daerah yang ditarget merupakan lokasi dengan konsentrasi tinggi pembuat kebijakan, seperti di stasiun bawah tanah Westminster di London atau di stasiun kereta api utama yang sering dikunjungi oleh pejabat-pejabat UE di Brussels. Sebuah riset yang dipublikasikan pada 2022 memperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak dan gas besar telah menghabiskan US$750 juta (atau lebih dari Rp11 triliun) pada 2021 untuk berbagai aktivitas komunikasi yang berhubungan dengan iklim.

Riset yang dirilis baru-baru ini juga menemukan bahwa gelontoran dana dari industri minyak dan gas telah memperlambat transisi ke energi hijau.

Industri minyak dan gas telah menggelontorkan uang ke dunia akademis, dengan sebuah studi akademis baru-baru ini menyatakan bahwa hal ini telah memperlambat peralihan ke energi hijau. Studi tersebut mengatakan bahwa sumbangan dari industri bahan bakar fosil telah memengaruhi universitas untuk fokus pada upaya iklim yang akan membuka jalan bagi penggunaan bahan bakar fosil di masa depan.

Industri minyak dan gas juga memberikan dukungan untuk lembaga pemikir berpengaruh. Mereka menyediakan jembatan bagi para pembuat kebijakan dan calon pemengaruh yang dapat mendukung perusahaan minyak dan gas. Tak banyak liputan soal ini dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa yang tercatat adalah liputan The New Republic yang menemukan kaitan antara pesan pro-industri dengan sumbangan berbagai perusahaan untuk lembaga yang fokus pada kebijakan luar negeri dan pasar bebas. Sementara itu, investigasi oleh Drilled, DeSmog, dan Guardian mengungkap peran perusahaan minyak dan lembaga pemikir yang didanai industri bahan bakar fosil dalam represi global terhadap pengunjuk rasa iklim. Investigasi oleh Guardian sebagai contoh, menggunakan dokumen yang didapat dari permohonan informasi publik untuk mengungkap bagaimana perusahaan minyak dan gas serta asosiasi bisnis telah melobi legislator negara bagian di seluruh AS untuk menindak demonstrasi damai yang memprotes ekspansi perusahaan minyak dan gas.

Greenwashing melalui taktik di atas juga memainkan peran kunci dalam lobi tidak langsung, meskipun juga memiliki tujuan lain. Hal tersebut dibahas dalam bagian lain panduan ini.

 


 

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di GIJN. Simak artikel lainnya dalam Panduan Investigasi Bahan Bakar Fosil.

Lawrence Carter

Lawrence Carter adalah jurnalis investigasi yang karyanya terutama berfokus pada perubahan iklim dan pengaruh politik. Ia telah menyelidiki perang Big Oil terhadap kebijakan iklim AS, keraguan krisis iklim yang didanai industri bahan bakar fosil, dan negara-negara petro yang berusaha membuat dunia tetap bergantung pada minyak. Investigasi pada 2021 mengenai usaha ExxonMobil merintangi kebijakan iklim AS berujung pada dua penyelidikan besar Kongres. Karya Lawrence telah dipublikasikan di New York Times; Washington Post; Wall Street Journal; CNN; BBC; Financial Times; O Globo dan lainnya.

GIJN

GIJN

Edisi Indonesia Global Investigative Journalism Network, pusat global jurnalisme investigasi yang beranggotakan 263 organisasi di 97 negara.

Berlangganan Kabar Terbaru dari Kami

GRATIS, cukup daftarkan emailmu disini.