BOGOR, JARING – Setidaknya ada enam tahapan yang harus kita lalui ketika ingin bekerja dengan data. Tahapan ini dimulai dari munculnya sebuah pertanyaan tentang data, proses pencarian data, penggabungan data, pembersihan data, analisis data hingga menampilkan data tersebut kepada publik.

Sudah tersedia banyak layanan yang bisa membantu seluruh tahapan pengerjaan data tersebut. Kabar baiknya lagi, layanan ini tersedia secara gratis. Melalui opendatacourse.perludem.org, pegiat data terbuka Yuandra Ismiraldi, dalam acara Open Data course di Bogor, Kamis (4/8), menjelaskan apa saja yang alat yang bisa kita gunakan.

Proses Pencarian Data

Pencarian data paling sederhana bisa menggunakan mesin pencari seperti google. Untuk lebih spesifik, kita bisa menggunakan fasilitas google advanced. Makin spesifik pencariannya, kita makin mudah menemukan data yang ingin kita cari.

Kita juga bisa memanfaatkan open data portal. Meski belum terlalu lengkap, Indonesia punya gudang data yaitu data.go.id. Pemerintah Australia juga punya gudang data sendiri, data.gov.au

Lalu bagaimana jika data yang kita butuhkan ternyata telah dihapus? Anda masih bisa menelusurinya lewat mesin pencari bernama Wayback Machine. Mesin ini telah merekam data-data, terlebih data yang populer pada masanya.

Pengambilan Data

Data yang kita temukan terkadang tidak tersedia dalam format yang bisa kita ambil untuk diolah kembali. Untuk mengambil tabel dari file dengan format PDF, kita bisa menggunakan Tabula. Hanya dengan men-drag tabel yang kita perlukan, maka akan diubah menjadi format CSV atau Excel.

Mengambil tabel yang berada dalam web, kita bisa menggunakan Scraper yang mengubahnya menjadi format CSV atau Excel. Survei berbasis internet juga bisa kita lakukan dengan google form. Lewat alat ini, kita bisa membuat survei tanpa batasan dan menyebarkan melalui internet.

  {:id}Narasi Saksi Akrobat Pajak{:}{:en}{:en}{:id}Narasi Saksi Akrobat Pajak{:}

Pengambilan data dalam bentuk video, foto, dan lokasi bisa menggunakan mobile data collection. Dengan pengambilan model ini, kita bisa menggunakan handphone untuk mengambil data. Salah satu alat yang bisa kita gunakan mengambil data handphone dengan kobotoolbox.

Data yang kita inginkan terkadang tersedia di web site. Untuk mengambil data tersebut maka bisa menggunakan import.io. Data media sosial seperti facebook dan twitter terkadang menyediakan data yang kita perlukan sehingga bisa kita ambil.

Membersihkan Data

Alat yang bernama open refine bisa digunakan untuk melihat data yang tidak konsisten. Misalnya data yang salah ketik, salah ejaan, atau format penulisan yang salah.

Analisis Data dan Visualisasi

Menganalisis data merupakah aktivitas yang perlu waktu dan ketelitian. Namun untuk mempermudah dan mempersingkat waktu pengerjaannya, kita bisa meggunakan alat seperti Tableau. Tableu bisa menganalisis data kuantitatif dan menampilkannya dalam bentuk diangram menarik. Kita juga bisa memilih visualisasinya dalam bentuk tabel, garis, bubble hingga peta.

Untuk menganalisis data kualitatif, kita bisa gunakan Nvivo. Nvivo bisa menganalisis percakapan atau audio. Untuk menganilisis peta, kita bisa menggunakan map analisis seperti Cartodb. Cartodb juga bisa kita gunakan mengunggah data-data dengan koordinat dan menampilkannya dalam peta.

Apabila kita memiliki data dan ingin membaca keterhubungannya satu sama lain, maka kita bisa menggunakan alat bernama Gephi. Teks juga bisa kita analisis dengan menggunakan natural language toolkit.

Visualisasi data bisa menggunakan DB Data Driven Documents dan Google Table Fusion. Alat ini akan membantu menampilkan data yang kita miliki dalam bentuk peta, diagram batang, lingkaran dan lain-lain.

Infografik menarik juga bisa dibuat dengan infogram. Untuk tampilan yang lebih kompleks, kita bisa menggunakan aplikasi bernama piktochart. Kita bisa membuat infografis yang berisi teks, gambar dan tulisan sehingga bisa memberi informasi yang lengkap.

  Piranti dan Teknik untuk Mengungkap Aktor di Balik Disinformasi Covid-19

Alat-alat di atas tentu sangat penting mendukung kerja yang dilakukan jurnalis, apalagi ketika mengerjakan liputan yang berbasis data. Ketika dihadapkan dengan data yang banyak adanya tuntutan tampilan data menarik, tinggal pilih alat yang sesuai. (Debora Blandina Sinambela)

Categories: TIPS DAN ULASAN