Laporan Investigasi dan Liputan Mendalam

Banyak orang terkadang sulit membedakan, yang mana liputan yang disebut liputan investigasi dan mana yang disebut sebagai liputan mendalam saja? Mari kita dengar dari sosok wartawan senior, Dandhy Dwi Laksono dalam buku yang pernah ditulisnya.

Jurnalisme Investigasi biasanya memenuhi elemen-elemen ini:

  1. Mengungkapkan kejahatan terhadap kepentingan publik, atau tindakan yang merugikan orang lain
  2. Skala dari kasus yang diulas cenderung terjadi secara luas atau sistematis (ada kaitan atau benang merah)
  3. Menjawab semua pertanyaan penting yang muncul dan memetakan persoalan dengan gamblang
  4. Mendudukkan aktor-aktor yang terlibat secara lugas, didukung bukti-bukti yang kuat
  5. Publik bisa memahami kompleksitas masalah yang dilaporkan dan bisa membuat keputusan atau perubahan berdasarkan laporan itu

In-depth reporting atau laporan mendalam biasanya juga disajikan panjang lebar. Tetapi dia, hanya berhenti pada pemetaan masalah. Laporan investigasi lebih maju dengan mencari di mana letak kesalahannya, apa yang terjadi secara sistematis, dan siapa saja yang terlibat dan bertanggung jawab.

Bila dibedakan antara laporan biasa (regular news), laporan mendalam (in-depth reporting) dan laporan investigasi (investigative reporting), barangkali perbandingannya adalah sebagai berikut:

Regular News In-depth Reporting Investigative Reporting
Laporan yang menceritakan Laporan yang menjelaskan Laporan yang menunjukkan
Menceritakan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, bagaimana (5 W + 1 H) Lebih menjelaskan bagaimana dan mengapa (how dan why) Lebih menunjukkan apa dan siapa (what dan who)
Sebagai informasi (data) bagi publik Memberi pengetahuan dan pemahaman Membeberkan dan meluruskan persoalan dengan bergerak maju ke pertanyaan: bagaimana bisa, sampai sejauh apa, dan siapa saja

(sumber: Dandhy Dwi Laksono, Jurnalisme Investigasi: Trik dan Pengalaman Para Wartawan Indonesia Membuat Liputan Investigasi di Media Cetak, Radio dan Televisi, Bandung: Kaifa, 2010)


Kunjungi kanal GIJN Indonesia untuk mendapatkan tips, informasi, dan berita teranyar soal jurnalisme investigasi dari berbagai belahan dunia.

Republication

Creative Commons License

Republish our articles for free, online or in print, under a Creative Commons license.

Previous articleNarasi Saksi Akrobat Pajak
Next articleMengurai Sentuhan Midas di Cebakan Busang