Rabu, Januari 27, 2021
Beranda TIPS DAN ULASAN Cara Editor BuzzFeed Menelisik Disinformasi Covid-19

Cara Editor BuzzFeed Menelisik Disinformasi Covid-19

Jika anda tertarik dan penasaran dengan piranti apa saja yang bisa dipakai para jurnalis untuk  membantu kerja investigasi, anda bisa belajar dari Craig Silverman, editor BuzzFeed News.

Sebagai pakar investigasi untuk urusan misinformasi dan berita palsu, Silverman telah menulis dan menyunting sejumlah buku unuk mengidentifikasi dan membongkar manipulasi media. Salah satunya adalah Verication Handbook: A Definitive Guide to Verifying Digital Content for Emergency Coverage.

Beberapa hari sebelum Pemilu Amerika Serikat tahun 2016 yang memenangkan Donald Trump, Silverman merilis laporan investigatif yang menguak bagaimana sebuah kota kecil di Macedonia telah menjadi pabrik disinformasi politik. Dengan menjalankan lebih dari 100 situs pro-Trump, para remaja Macedonia berhasil mempengaruhi para pemilih Amerika dalam jumlah yang signifikan.

Tahun ini, Silverman memfokuskan perhatiannya pada para penipu yang mengeksploitasi pandemi Covid-19 untuk tujuan komersial.

READ  Cara Jurnalis Foto Ternama Mendokumentasikan Covid-19

Dalam webinar bertajuk “Reporting Covid-19 Disinformation” yang dihelat Global Investigative Journalism Network (GIJN) baru-baru ini, ia mendorong para reporter—baik yang berpengalaman dengan open-source intelligence (OSINT) atau tidak—untuk pertama-tama berpikir tentang pencarian mereka dan halaman situs yang mereka buka sebelum beralih ke piranti yang lebih canggih.

Halaman Facebook, menurutnya, dapat menyediakan informasi yang sangat kaya tentang pembuat halaman tertentu. Cobalah tilik kotak Transparansi Halaman, saran tentang Halaman Terkait, sidebar, URL, dan foto-foto awal yang diunggah di halaman tersebut.

Silverman mengatakan fitur standard di laman Facebook seperti kotak Transparansi Halaman dan Halaman Terkait bisa memberi informasi yang membuka tabir jejaring disinformasi (sumber: tangkapan layar/GIJN)

“Masalahnya adalah tidak ada banyak piranti yang dibuat untuk jurnalis karena kantor media tidak memiliki banyak uang,” ujar Silverman pada GIJN.

Kebanyakan piranti yang digunakannya dibuat untuk para praktisi pemasaran atau orang yang bekerja di bidang keamanan informasi. Oleh sebab itu, jurnalis seringkali harus belajar menggunakan piranti yang dibangun bukan untuk mereka dan mencari tahu cara menggunakannya agar sesuai tujuan.

Pada Mei 2020, Silverman sedang menggunakan CrowdTangle untuk mengumpulkan keluhan mengenai disinformasi. Ketika itu, menemukan unggahan Facebook yang ditulis oleh seorang perawat di Arizona. Dalam postingan tersebut, Eric Sartori menulis bahwa ia dan rekan sesama perawat yang menjadi sasaran pelecehan daring dan mendapat ancaman kematian oleh kelompok yang mengklaim virus korona sebagai hoax bahwa dan tidak pernah ada. Sartori  juga dituding sebagai “aktor krisis.”

Silverman kemudian menguji informasi tersebut secara daring guna memastikan apakah pria tersebut memang seorang perawat. Ia juga kemudian menggunakan Messenger untuk mengontak pria tersebut dan mewawancarainya melalui telepon.

READ  10 Tips Visualisasi Data Covid-19

Kisah tersebut bukan salah satu pencapaian terbesarnya, tetapi Silverman secara pribadi merasa terganggu dengan  perisakan dalam kasus ini.

“Bagi saya, gagasan bahwa  salah satu profesi paling dipercaya di dunia, perawat, diserang seperti ini—dimana mereka saat ini harus memperhatikan keselamatan mereka dan menjadi target disinformasi—adalah hal yang sangat mengganggu,” ungkap Silverman.

“Tiba-tiba orang-orang menyebut para perawat sebagai pembohong. Hal ini, untuk seorang perawat, adalah situasi yang sangat menganggu. Saya pikir cerita ini adalah upaya memanusiakan korban disinformasi—yang jika tidak dilakukan akan mengubah  persepsi tentang sebuah profesi yang paling dipercaya di Amerika Serikat selama 17 tahun berturut-turut,” ungkap Silverman.

Piranti yang Digunakan Silverman untuk Investigasi

Daftar Piranti untuk Menginvestigasi Manipulasi Media

CrowdTangle. “Nomor satu di daftar ini adalah CrowdTangle. Pencarian dengan CrowdTangle gratis, tapi anda harus membuat akun. Anda dapat menyaringnya berdasarkan waktu, negara, sejumlah kriteria untuk melihat apakah orang-orang berbagi di Instagram, Facebook, dan Reddit. Piranti ini sangat membantu untuk menemukan yang hendak dicari. Ini adalah piranti pencarian  yang sangat mudah. Ini adalah alat pencari  Facebook dan Twitter terbaik yang pernah ada. Andai saja alat ini sudah ada di tahun 2016!,” ungkap Silverman.

“Saya juga menyarankan TweetDeck, karena anda dapat menggunakan filter yang sangat spesifik untuk mencari tagar atau lokasi yang spesifik; ini adalah inti dari piranti pengawasan. Anda dapat mengandalkan  TweetDeck atau pun CrowdTangle, jika pengguna Facebook maupun Twitter di wilayah Anda cukup tinggi,” jelas Silverman.

READ  10 Tips untuk Meliput Bencana dan Narasi Restoratif

DNSlytics. “Jika anda ingin mengetahui apakah sebuah website merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar, DNSlytics dapat membantu untuk mengidentifikasi orang yang menjalankannya, atau apakah anda pernah berurusan dengan situs ini atau tidak. Piranti ini sangat membantu menemukan aktor yang bermotif finansial karena ia memberitahu apakah akun iklan Google yang sama ada di situs lainnya, dan selanjutnya anda dapat mengendus motivasi dari website tersebut.”

“Piranti ini  memiliki batasan untuk penggunaan secara gratis. Namun, kalaupun harus membayar, harganya tidak terlalu mahal. Anda bisa berlangganan dengan US$ 27 per bulan.  Anda dapat memasukkan sebuah domain dan mendapatkan beberapa informasi mengenai IP. Informasi tentang situs lain yang mungkin berbagi kode Google Analytics dan alamat IP yang sama juga bisa didapat. Anda bisa memasukan ID AdSense atau sebuah domain, dan piranti ini akan menunjukkan tempat yang terhubung dengannya. Ada beberapa layanan lain yang bisa melakukan hal seperti ini, tapi menurut saya, piranti ini memiliki database dengan kualitas cukup baik,” kata Silverman.

Analisis dan jejaring persebaran cuitan Twitter dengan menggunakan Hoaxy (sumber:tangkapan layar/GIJN)

Hoaxy. Hoaxy adalah  proyek dari University of Indiana. Anda dapat melakukan visualisasi percakapan Twitter. Jika anda mencoba mencari tahu dimana sebuah tagar atau percakapan tertentu dimulai, atau siapa orang yang paling berpengaruh di dalamnya, maka Hoaxy akan sangat membantu. Sebagian besar database Hoaxy berbahasa Inggris, tetapi anda dapat mencari juga dalam 10 bahasa, termasuk bahasa Arab, bahasa Bangladesh, bahasa Persia, bahasa China, maupun bahasa Prancis. Tidak banyak reporter yang mengetahui hal ini, dan ini akan jadi salah satu alat investigasi yang bagus,” ujar Silverman.

Piranti Mata-mata Iklan. Jika anda fokus pada penipuan produk dan obat palsu untuk virus corona, anda perlu mengamati iklan. Iklan telah menjadi mesin raksasa yang mendorong penipuan produk dan obat palsu. Orang-orang beriklan di situs, surel, dan banyak tempat lainnya, sehingga Anda perlu bantuan otomatis  untuk melacaknya.

Salah satu piranti pelacak yang bagus adalah Adbeat.com. Piranti ini seringkali dapat menangkap beberapa iklan tipuan yang muncul karena mereka menyasar kalangan pemasar. Tapi piranti ini cukup mahal. Biaya langganan Adbeat sekitar US$250/bulan. Piranti lain yang berfungsi sama dengan Adbeat adalah WhatRunsWhere dengan biaya langganan US$300/bulan. (Rowan Philp, GIJN)


Tulisan ini merupakan suntingan dari artikel bertajuk My Favorite Tools with BuzzFeed’s Craig Silverman yang pertama kali dipublikasikan oleh Global Investigative Journalism Network (GIJN). Penyebarluasan tulisan ini berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International. Jaring bekerjasama dengan GIJN untuk mengalihbahasakan dan mempublikasikan secara berkala artikel-artikel GIJN untuk pengembangan kapasitas jurnalisme di Indonesia

Most Popular

Recent Comments