Pekan lalu, Global Editor Network (GEN) menggelar perhelatan akbar untuk memberi penghargaan pada kerja-kerja jurnalistik terkait data. Dalam ajang itu, mega proyek Panama Papers yang melibatkan lebih dari 370 jurnalis di seluruh dunia mendapatkan penghargaan Investigation of the Year.
Proyek yang dimotori oleh The International Consortium of Investigative Journalists ini mengungkap skandal penghindaran pajak terbesar di dunia dengan para pelaku orang-orang penting di tiap-tiap negara. Bermula dari pembocoran dokumen sebesar 2,6 terabita pada koran Jerman Süddeutsche Zeitung dari seseorang yang hanya ingin disebut John Doe. Data sebanyak 11,5 juta dokumen itu yang berasal dari firma hukum Panama Mossack Fonseca memaparkan kerja internal sistem keuangan yang rahasia, dan mengungkap perusahaan-perusahaan terselubung terkait para politikus, penjahat, bintang film, bintang olahraga dan lain-lain. Koran Jerman tersebut membagi dengan ICIJ dan jaringan lebih dari 100 organisasi media di dunia.
Menerima penghargaan Investigation of the Year atas nama ICIJ, jurnalis data Cécile Schilis-Gallego memberikan penghormatan pada tim reporter global dan sumber informasi. “Saya minta waktu sebentar untuk menyorot kerja brilian para jurnalis yang bermitra dengan kami – terutama Süddeutsche Zeitung – tapi juga keberanian para peniup peluit yang mengambil risiko luar biasa untuk membantu kami menuturkan cerita yang ikut serta dalam perdebatan demokratis tentang keuangan offshore. Tanpa data tersebut, kami tidak akan mampu menghasilkan cerita-cerita itu,” katanya.
Ini untuk kedua kalinya berturut-turut proyek ICIJ mendapatkan penghargaan tertinggi dalam ajang yang diselenggarakan Global Editors Network, setelah Swiss Leaks membawa pulang penghargaan Investigation of the Year 2015.
Menurut Simon Rogers, salah satu direktur penghargaan ini, dalam blognya, “Proyek Panama Papers sekilas tampak sebagai sebuah operasi yang sangat besar. Dimenangkan oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang berkoalisi dengan pemain-pemain besar seperti Süddeutsche Zeitung, The Guardian dan Le Monde (plus lebih dari 100 mitra media lainnya), proyek ini memang operasi jurnalistik yang sangat besar dengan konsekuensi yang luar biasa hebat. Tapi tim data ICIJ, yang memainkan peran penting dalam menganalisis dokumen-dokumen dan membangun perangkat untuk memilah-milahnya, tidak besar. Dipimpin oleh Giannina Segnini, tim inti ini terdiri atas sedikit jurnalis dan developer yang berinovasi untuk menemukan teknik-tenik baru untuk mengelola harta karun dokumen yang sangat besar.”
Daftar pemenang Data Journalism Awards 2016
Data Visualisation of the Year (Large Newsroom): BuzzFeed News
Investigation of the year (Large Newsroom): The Panama Papers
Investigation of the Year (Small Newsrooms): Fundación Civio
Open Data: La Nacion
Best Use of Data in a Breaking News Story (Within First 36 Hours): Al Jazeera America
News Data App of the Year (Large Newsroom): FiveThirtyEight
News Data App of the Year (Small Newsrooms): Convoca
Best Individual Portfolio: Sisi Wei, ProPublica
Data Journalism Website of the Year: FiveThirtyEight
General Excellence Award (Jury’s Choice): Quartz
Public Choice Award: Public Radio International
Honorable Mention: Open Data: #breathe, IndiaSpend
Sumber-sumber:
“Panama Papers wins top honor at Data Journalism Awards”, diterbitkan oleh icij.org, 16 Juni 2016
“Data Journalism Awards 2016: what the winners tell us about the state of the data nation”, dimuat dalam simonrogers.net, 16 Juni 2016