Bhekti Suryani, salah seorang yang berhasil mendapat Fellowship Investigasi Berbasis Data dari Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING)-Perhimpunan Pengembang Media Nusantara (PPMN). Jurnalis yang sehari-harinya aktif di Harian Jogja ini mengungkap bagaimana bisnis properti, konstruksi hingga perusahaan dikuasai kerabat mantan Bupati Bantul, Idham Samawi.

Hal ini tergambar dalam liputannya Dari Properti ke Plat Merah. PT Jogja Graha Selaras yang bertengger di urutan ketiga sebagai perusahaan terbanyak memperoleh izin pembangunan perumahan untuk tujuh lokasi perumahan di Bantul. Komisarisnya Gun Nugroho Samawi, kakak kandung Idham Samawi.

Tak hanya itu, Pemkab memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bantul. Salah satunya Perusahaan Daerah (PD) Aneka Dharma. Sejak 2010 sampai sekarang, perusahaan pelat merah itu dipimpin oleh Direktur Utama Farid Hilmi. Farid tak lain keponakan dari Sri Surya Widati, Istri Idham Samawi yang menjabat sebagai Bupati Bantul periode 2010-2015.

CV Kartika Buana bertengger di urutan kedua sebagai rekanan yang paling banyak memenangi lelang atau tender. Sedangkan CV Sasmita yang satu kantor dengan CV Kartika Buana berada di posisi keempat terbanyak mengerjakan pembangunan infrastruktur. CV Kartika Buana dan CV Sasmita dikuasai Linsiana, istri kedua Idham Samawi. Hal ini dijelaskan dalam tulisan Kisah Proyek Kroni Penguasa.

Tidak banyak masyarakat yang tahu itu. Secara umum orang tidak tahu kalau penguasa ekonomi di Bantul keluarga bupati,” papar perempuan yang lahir 19 Maret 1986 ini dalam wawancara dengan JARING.id, Selasa 19 Juli 2016. Ditambah lagi belum ada media yang menulis bagaimana aset dan anggaran dikuasai kerabat petahana. Selama 15 tahun kepemimpinan Dinasti Samawi, isu penguasaan sumber ekonomi ini seolah hanya jadi kabar burung.

Hal ini mendorong Bhekti mengikuti program fellowship yang diselenggarakan JARING-PPMN. Tema yang diangkat bertepatan dengan potensi penyalahgunaan anggaran daerah maupun kewenangan para petahana dalam Pilkada Serentak 2015. Investigasi yang dilakukan harus berbasis open data.

Liputan Berbasis Data

Bekti 2
Bhekti Suryani

Enam tahun menjadi jurnalis, Bhekti menyatakan tertarik pada isu seputar politik, kaitan anggaran dengan politik maupun politik anggaran. Ia pernah ikut fellowship yang diselenggarakan Aliansi Junalis Indonesia (AJI) tentang bagaimana menulis masalah seputar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun penulisannya lebih kepada tulisan mendalam, bukan investigasi.

Penulisan berbasis data bukanlah hal yang mudah bagi Bhekti. Sumber data menjadi kendala karena Pemerintah Daerah Bantul baru menerapkan sistem data online sejak tahun 2012. Praktis, data yang bisa di-review hanya data sejak tahun 2012.

Masalah belum selesai ketika data tersedia. Bhekti mengakui awalnya tidak punya kemampuan bagaimana membersihkan data. Namun hal ini bisa ditanggulangi karena JARING-PPMN menyediakan mentor yang membantu melakukan pembersihan data.

Melakukan peliputan investigasi, menurutnya, memiliki tantangan tersendiri. Sifatnya yang berusaha mengungkap sesuatu menuntut hadirnya narasumber yang berani. Tidak mudah menembus narasumber utama yang mau bicara penyelewengan yang dilakukan bupati. Apalagi untuk mendapat pengakuan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dekat dengan Bupati Bantul sangat sulit.

Meski begitu, Bhekti berhasil menembus narasumber yang mau terus terang tetapi tidak mau namanya di-ekspos. Narasumber tersebut pernah mengikuti rapat yang dipimpin Idham Samawi saat posisi bupati dijabat oleh Sri Surya Widarti. Isu yang dibahas strategis: anggaran perubahan daerah.

Ketika melakukan liputan ini dia mengaku agak cemas. Keluarga Samawi disokong partai yang paling banyak mendapat jatah kursi di DPRD. Mereka juga punya satuan tugas-satuan tugas yang dikenal bisa main hakim sendiri.

“Tapi sampai sekarang syukurnya tidak ada ancaman apa-apa walau di awal ada rasa cemas,” katanya.

Bhekti menjadi salah satu jurnalis fellowship terbaik untuk investigasi Pilkada Serentak 2015. Sedikitnya sudah enam tulisan yang ia hasilkan mengenai upaya petahana Bantul dan kerabatnya menguasai sumber ekonomi. Seluruh tulisan tersebut dimuat di Harian Jogja.

Bersamaan dengan itu, Sri Surya Widati gagal memenangkan perebutan kekuasaan di Bantul. Dengan demikian, dinasti yang dibangun selama 15 tahun berakhir.

September 2016, Bhekti menjadi salah satu jurnalis yang diutus JARING-PPMN menghadiri konferensi Global Investigative Journalism Network (GIJN) di Nepal. Kesempatan ini ingin ia manfaatkan untuk belajar investigasi langsung dari para wartawan yang pernah melakukan investigasi.

“Ini momen jarang dan langka bagi saya. Pengen dengar cerita langsung dan belajar skill investigasi dari narasumber yang bagus-bagus,” kata pengagum Goenawan Mohamad ini. (Debora Blandina Sinambela)

Baca Juga:

  1. Jangan Ulangi Politik Dinasti
  2. Cerita Mantan Bupati di Rapat SKPD
  3. Jejak Lahan Hijau dan Rapot Merah BPK
  4. Kisah Cabup Menumpuk Harta
  5. Dari Properti ke Pelat Merah
Categories: Feature