
Jurnalisme + Data = ?
Jurnalisme data mulai diperbincangkan di Indonesia beberapa tahun belakangan. Lebih sekedar penggunaan data dalam liputan, teknik ini mengharuskan jurnalis menguasai berbagai perangkat lunak untuk mengolah
Redaksi Jaring.id menggarap berbagai liputan mendalam dan investigatif mengenai beragam isu. Mulai dari lingkungan, perikanan, kesehatan, keberagaman, hingga politik dan hukum. Temukan artikel yang kamu cari di sini.

Jurnalisme data mulai diperbincangkan di Indonesia beberapa tahun belakangan. Lebih sekedar penggunaan data dalam liputan, teknik ini mengharuskan jurnalis menguasai berbagai perangkat lunak untuk mengolah

BOGOR, JARING – Setidaknya ada enam tahapan yang harus kita lalui ketika ingin bekerja dengan data. Tahapan ini dimulai dari munculnya sebuah pertanyaan tentang data,

Bhekti Suryani, salah seorang yang berhasil mendapat Fellowship Investigasi Berbasis Data dari Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING)-Perhimpunan Pengembang Media Nusantara (PPMN). Jurnalis yang sehari-harinya

Pekan lalu, Global Editor Network (GEN) menggelar perhelatan akbar untuk memberi penghargaan pada kerja-kerja jurnalistik terkait data. Dalam ajang itu, mega proyek Panama Papers yang

Dalam peliputan investigasi, data harus menjadi pilar utama dan membangun cerita. Penting bagi wartawan untuk menguasai cara mengulik data, mencari ide di dalamnya, dan menuliskannya

Data sudah semakin tersedia dengan jenisnya yang bermacam-macam. Oleh karena itu, jurnalis saat ini sudah mulai mengarah pada data journalist yang terfokus pada dokumentasi. Dokumentasi

Jurnalisme investigasi berbasis data dilakukan dengan tujuan mengungkap kesalahan, skandal, dan pelanggaran. Apa yang membedakannya dengan praktik investigasi konvensional?