Liputan Investigasi Terbaik dari Asia Tenggara 2023

Dunia digital telah menjadi medan pertarungan utama untuk demokrasi di Asia Tenggara. Pemilihan presiden di Filipina tahun ini menegaskan fakta tersebut, dan menyusul pada awal 2024 nanti, sorotan politik kawasan akan beralih ke Indonesia, negara dengan penduduk terbesar di Asia Tenggara. 

Dari risiko propaganda daring (online) dan disinformasi hingga cara-cara dunia digital dapat disulap menjadi inkubator berbahaya bagi serangan siber terhadap para perempuan. Liputan investigasi terbaik 2023 pilihan editor kami menyajikan beberapa kasus terkait dunia digital. Di Filipina, Rappler mengungkap bagaimana propaganda daring pro-China menyebar di internet. Di Indonesia, kerja kolaborasi IndonesiaLeaks menyingkap tender dan penggunaan peralatan penyadap. Sementara itu, di Myanmar jurnalis menguak bagaimana junta militer yang berkuasa melancarkan serangan siber ke perempuan-perempuan aktivis pro-demokrasi dengan menyebarkan foto dan video privat mereka. 

Tak ketinggalan, daftar pilihan kami memuat juga reportase-reportase yang menginvestigasi topik lingkungan hidup, dengan menggali apa yang sesungguhnya terjadi pada sepatu kets kalian dan membongkar bagaimana lonjakan permintaan nikel memicu ,  ilegal. Juga terdapat kisah yang menguak impunitas diplomatik serta eksploitasi pekerja migran. 

Liputan-liputan pilihan dari Asia Tenggara tahun ini menegaskan komitmen dan keuletan para jurnalis untuk terus mengungkap kejahatan dan pelanggaran, seringkali berkat bantuan penggunaan alat-alat investigasi digital. 

 

Bagaimana Propaganda Pro-China Disemai secara Daring di Filipina (Filipina)

Liputan soal propagaranda China di Filipina garapan Rappler jadi salah satu liputan investigasi terbaik tahun ini. Gambar: tangkapan layar, Rappler.
Liputan soal propagaranda China di Filipina garapan Rappler jadi salah satu liputan investigasi terbaik tahun ini. Gambar: tangkapan layar, Rappler.

Bayangkanlah pemandangan ini: Dua kapal Filipina, dalam sebuah misi rutin mengirim pasokan, menjadi target meriam air (water cannons) oleh penjaga pantai China. Kita mungkin berharap akan muncul lonjakan sentimen nasionalis, atau protes terhadap kejadian yang oleh penjaga pantai Filipina disebut “insiden melanggar hukum”. Namun yang justru kemudian terjadi, menurut investigasi Rappler, adalah serial unggahan yang mendukung Beijing. Menurut tim di belakang investigasi, reaksi ini, dan banyak lagi yang serupa, adalah contoh bagaimana benih-benih propaganda pro-China disemai secara daring. 

Reporter menemukan komunitas di Facebook yang selama bertahun-tahun telah “menyebarkan propaganda dan disinformasi untuk mendukung China”. Unggahan-unggahan ini seringkali ditulis oleh para blogger dan diunggah di situs web dengan para penulisnya mengklaim diri mereka sebagai sumber akademis yang terkoneksi dengan lembaga riset atau kajian. Informasi dari sumber-sumber ini kemudian disebarluaskan oleh media-media serupa. Investigasi Rappler terhadap isu ini, dengan bekerja sama dengan TheNerve, disajikan dengan grafis interaktif dan analisis jaringan yang memungkinkan pembaca untuk melihat bagaimana penyebaran pesan pro-China telah berubah dari tahun ke tahun. Isu penting yang disajikan secara komprehensif menjadikan liputan ini salah satu liputan investigasi terbaik 2023.

 

Melacak Penyadap NSO di Indonesia (Indonesia) 

Gambar: tangkapan layar, Jaring.id
Gambar: tangkapan layar, Jaring.id

Serangan siber terhadap politisi, jurnalis, dan aktivis hak asasi manusia semakin sering terjadi di Indonesia. Membalikkan keadaan, tujuh media Indonesia yang tergabung dalam IndonesiaLeaks, sebuah platform terenkripsi yang memungkinkan orang dalam dan pelapor memberikan informasi secara aman, mengungkap tender dan penggunaan alat mata-mata. Salah satu piranti yang menjadi sorotan adalah alat nirklik, yang dibeli oleh sebuah perusahaan yang terkait dengan NSO Group, dan diimpor ke Indonesia oleh perusahaan-perusahaan yang asal-usulnya sulit dilacak. 

Aparat penegak hukum telah mengakui penggunaan alat mata-mata nirklik, meski menyangkal telah membeli Pegasus, platform mata-mata paling terkenal milik NSO. Pada 2022, sebuah investigasi Reuters menemukan bahwa lebih dari selusin pejabat senior pemerintahan dan militer telah menjadi target penyadapan melalui penggunaan ForcedEntry, produk NSO yang lain.

Di tengah ancaman surveilans terhadap jurnalis dan aktivis hak asasi manusia, karya kolaboratif ini layak ditempatkan dalam daftar liputan investigasi terbaik 2023 dari Asia Tenggara.

 

Pencucian Nikel Ilegal (Indonesia)

Gambar: tangkapan layar, Tempo.
Gambar: tangkapan layar, Tempo.

Perusahaan-perusahaan Indonesia menggenjot produksi nikel, material mentah untuk baterai, terutama untuk digunakan di kendaraan listrik, demi memenuhi permintaan global yang terus naik. Reportase investigasi Tempo menemukan bukti yang menunjukkan beberapa perusahaan telah menambang tanpa izin dan lalu menjual material ke pabrik-pabrik pemrosesan dengan menggunakan dokumen dari perusahaan-perusahaan lain, sehingga membuat mereka bisa “mencuci” nikel yang diperoleh secara tidak pantas. Tempo melaporkan bahwa beberapa nama terkait dengan politisi dan pejabat teras kepolisian tercatat dalam akta kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut, meski baik perusahaan maupun pejabat kepolisian menyangkalnya. Dalam liputan ini, reporter Tempo menggunakan analisis citra satelit untuk memetakan bijih dari salah satu kawasan khusus, dan menemukan bahwa 90 persen sumbernya berasal dari sebuah hutan yang terlarang untuk ditambang tanpa izin. 

 

Perusahaan-perusahaan Indonesia dan Ilusi Hijau yang Menipu Eropa (Indonesia)

Gambar: tangkapan layar, NarasiTV.
Gambar: tangkapan layar, NarasiTV.

Hampir satu dekade lalu, salah satu perusahaan penghasil pulp paling bonafit di Indonesia berjanji untuk menghentikan penyediaan kebutuhan material mentahnya lewat deforestasi. NarasiTV menelusuri realisasi janji tersebut lewat liputan lapangan, pemanfaatan citra satelit, pembacaan dokumen perusahaan, dan penggunaan piranti pelacakan. Hasilnya, berlawanan dengan klaim sebelumnya, perusahaan yang memiliki dua juta hektare lahan di seluruh dunia tersebut masih menggunakan material mentah yang terkait dengan tindak deforestasi. Reportase menemukan bahwa perusahaan menggunakan skema bisnis yang rumit, termasuk pengoperasian perusahaan-perusahaan cangkang di suaka pajak, untuk menyamarkan praktik pengambilan sumber produksi pulp. Perusahaan menyangkal temuan investigasi NarasiTV. Kedalaman liputan dan penggunaan metode yang inovatif menjadikannya salah satu liputan investigasi terbaik 2023.

 

Imunitas dan Impunitas Diplomatik (Filipina)

Gambar: tangkapan layar, Rappler.
Gambar: tangkapan layar, Rappler.

Serial reportase lintas perbatasan yang dilakukan Rappler membongkar bagaimana para pekerja domestik migran telah dieksploitasi ketika bekerja di keluarga-keluarga diplomatik. Untuk proyek ini, reporter menciptakan basis data yang merentang selama tiga dekade, dari 1988 hingga 2021, memuat laporan-laporan tentang kasus dugaan perlakuan buruk dan pelecehan dari rekaman publik, data sumber terbuka, kasus pengadilan, berita, dan contoh-contoh dari lembaga swadaya. Kesaksian langsung dari para pekerja domestik migran melengkapinya. Reporter menemukan ratusan kasus eksploitasi pekerja, termasuk gaji yang tidak layak atau bahkan tidak terbayarkan, beban kerja berlebih, serta laporan penyerangan dan pelecehan seksual, dengan para korban yang sering tidak berdaya untuk meminta tolong. Rappler melaporkan bahwa para pelaku kejahatan sering lolos dari hukuman. Sebuah kasus akhirnya ditindaklanjuti hanya karena sebuah video penyerangan fisik oleh seorang diplomat menjadi viral dan menyulut kemarahan publik. Tonton video dokumenter tim liputan di sini

 

Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Sepatu Daur Ulang di Singapura? (Singapura)

Gambar: Shutterstock.
Gambar: Shutterstock.

Perusahaan petrokimia Amerika Serikat Dow bermitra dengan pemerintah Singapura mendaur ulang sepatu-sepatu lawas dan menjadikannya bahan membangun taman bermain dan jalur lari. Reuters menginvestigasi bagaimana kemitraan ini bekerja dengan menempatkan alat pelacak ke dalam 11 pasang sepatu donasi dan mengikuti pergerakannya selama enam bulan. Tim peliput menemukan bahwa sebagian besar sepatu pada kenyataannya diekspor ke Indonesia, dengan sebagiannya berakhir di pasar loak. Menanggapi temuan ini, Dow menyatakan bahwa mereka telah menghentikan kontrak dengan perusahaan Singapura yang bertanggung jawab memungut sepatu-sepatu dari lokasi-lokasi donasi dan mengumpulkannya di gudang mereka. 

 

Serangan Siber terhadap Para Perempuan Aktivis Pro-Demokrasi (Myanmar)

Gambar: Shutterstock.
Gambar: Shutterstock.

Pemerintahan junta militer Myanmar telah menggunakan beragam metode untuk membungkam kritik dan mempertahankan kekuasaan. Salah satunya adalah dengan melancarkan serangan siber terhadap para perempuan aktivis pro-demokrasi. CNN menemukan bahwa serangan-serangan ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan serangan terhadap para lelaki aktivis pro-demokrasi. Para perempuan diserang lewat penyebaran foto dan video privat mereka di beberapa kanal seperti Telegram, sebuah tren yang berlangsung setelah Facebook diblokir di Myanmar. Untuk menggali masalah lebih dalam, CNN berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Myanmar untuk menganalisis 178 ribu unggahan dan 10 kanal Telegram publik pro-militer. Mereka menemukan terdapat sebanyak 1,199 pesan seksual, 204 gambar privat, dan 187 video seksual, yang 98 persen di antaranya menarget para perempuan aktivis. Telegam menanggapi temuan ini dengan menyatakan bahwa “moderator menggunakan kombinasi moderasi proaktif dan laporan pengguna untuk menyingkirkan konten dari platform kami”. 

 

Merek-merek Fesyen Ternama Menggunakan Kayu Ilegal untuk Produksi (Kamboja)

Gambar: tangkapan layar, Mongabay.
Gambar: tangkapan layar, Mongabay.

Industri garmen memainkan peran penting di Kamboja, dengan 1,200 pabrik dan sekitar 750 pekerja tersebar di sekujur negeri. Mereka memasok produk-produk mereka ke merek-merek ternama seperti H&M, GAP, Levi Strauss, dan Inditex (ZARA). Menggunakan data terbuka, citra satelit, dan wawancara dengan para pembalak dan makelar, investigasi Mongabay menemukan bahwa batang kayu ilegal secara rutin digunakan sebagai material mentah untuk melestarikan industri ini. Sebagian besar pabrik dan merek internasional tidak menanggapi pertanyaan tentang praktik tersebut, dengan sebagian lainnya menyangkal temuan Mongabay. Kelompok dagang asosiasi garmen Kamboja juga mempersoalkan liputan ini dengan mengklaim bahwa industri tidak akan tergantung pada batang kayu ilegal karena pasokannya yang tidak stabil dan harga lebih mahal. 

Masih dalam topik deforestasi: sebuah video dokumenter ArteTV tentang bagaimana kayu jati Myanmar masih saja dikirimkan ke Eropa meski pelarangan sudah berlaku sejak 2001. (penerjemah: Kholikul Alim dan Tri Joko Her Riadi)


Artikel ini pertama kali dipublikasikan di GIJN dengan judul “Pro-China Propaganda, Espionage Tools, Green Illusion: 2023’s Best Investigative Stories from Southeast Asia“. Untuk menerbitkan ulang tulisan ini, kamu bisa menghubungi GIJN Indonesia melalui surel.

Berlangganan Kabar Terbaru dari Kami

GRATIS, cukup daftarkan emailmu disini.