Kisah Cabup Menumpuk Harta

Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul telah mengumumkan harta kekayaan masing-masing pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Besar harta kekayaan itu beragam, mulai dari ratusan juta hingga bernilai fantastis, belasan miliar rupiah. Bagaimana cerita di balik harta kekayaan para paslon itu?

Rumah berwarna krem di selatan Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja itu bak istana. Luasnya diperkirakan lebih dari 500 meter persegi. Jaraknya tidak sampai 50 meter dari jalan raya Parangtritis tepatnya di kilometer 6,5. Tamu akan melintasi deretan home stay dan sebuah bangunan mirip lapangan badminton di dekat pintu gerbang, sebelum masuk ke rumah ini.

Ada dua pintu utama sebagai akses masuk ke rumah milik calon bupati (cabup) Bantul nomor urut satu Suharsono itu. Pertama melalui pintu yang menghadap ke selatan, kedua lewat pintu sebelah timur atau pintu samping, masing-masing memiliki beranda. Purnawirawan Polri itu lebih sering menerima tamu di beranda rumah sebelah timur. Senin (23/11/2015) pekan lalu, media ini bertamu ke rumah Suharsono.
Bapak dua anak itu bercerita bagaimana ia membangun kekayaannya selama ini. KPU Bantul sehari sebelumnya mengumumkan harta mantan polisi berpangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu mencapai lebih dari Rp15 miliar. Jumlah itu hampir sepuluh kali lipat nilai kekayaan pesaingnya Sri Surya Widati, cabup nomor urut dua.

Harta yang paling banyak dimilikinya adalah tanah sejumlah 12 bidang, totalnya seluas setengah hektare dan bernilai Rp5,3 miliar. Lalu ada harta berupa aset usaha persewaan gudang, lima unit home stay dan puluhan kamar kost, logam mulia, kendaraan pribadi serta giro.

Usaha kasar pun saya jalani, sampai saya ikut jadi makelar [jual beli mobil], usaha rental. Dulu pas di Pusat [Jakarta] saya sering dinas luar, saya dari jurusan psikologi. Sejak dari jadi polisi sampai sekarang saya sering dinas luar hampir tiap hari,? suami dari Erna Kusmawati itu berkisah bagaimana harta belasan miliar itu ia peroleh.

Alumni sekolah perwira polisi angkatan 1987 itu enggan hanya mengandalkan gaji sebagai polisi karier. Apalagi ia sudah terbiasa mencari uang tambahan sejak masih duduk di bangku SMA.

Dulu waktu SMA saya sempat nyopir,? pria kelahiran Bantul 26 Maret 1957 itu mengenang masa-masa mudanya.

Di kepolisian, jabatanya selalu ajeg sebagai Kepala Dinas Psikologi. Pekerjaannya seputar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Antara lain menyeleksi setiap calon anggota Polri yang masuk ke lembaga ini. Pekerjaan itu ia lakoni saat ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia seperti Polda Metro Jaya, Mabes Polri, Polda Sulawesi Tengah, Aceh, Papua dan terakhir di Banten.

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja itu yakin harta yang ia peroleh bersih kendati korps coklat kerap masuk sebagai lembaga terkorup di Indonesia versi sejumlah survei.

Saya di polisi dapat penghargaan langsung dari Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono], piagam Satya Lencana Nararya, karena selama dinas di kepolisian belum pernah melanggar aturan. Sudah lulus lah kerja saya, tidak ada cacat,? Suharsono tampak yakin.

Bagaimana dengan Sri Suryawidati?

Lain Suharsono lain pula pesaingnya Sri Suryawidati. Calon bupati petahana ini mengklaim hanya memiliki harta Rp1,6 miliar. Harta yang ia laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mei 2015 itu turun dibanding hartanya lima tahun lalu saat baru menjabat bupati Bantul periode 2010-2015. Kala itu Ida sapaan akrab Sri Surya Widati melaporkan hartanya sebesar Rp1,9 miliar.

Ida kini hanya memiliki tiga bidang tanah seluas 1.573 meter persegi dari semula enam bidang. Isteri dari anggota DPR RI Idham Samawi itu juga mengklaim hanya memiliki satu unit mobil seharga Rp260 juta. Anehnya, nilai mobil itu tidak menyusut sejak dilaporkan pada 2010 sampai sekarang. Tanahnya seluas 812 meter persegi seharga Rp66 juta yang ia laporkan pada 2010 juga tidak mengalami kenaikan harga kendati sudah berlalu lima tahun.

Tidak seperti Suharsono yang usahanya melimpah, Ida justru melaporkan tidak memiliki usaha atau unit bisnis. Sayangnya, Ida enggan menjelaskan sendiri darimana sumber kekayaanya itu berasal. Media ini memintanya untuk diwawancarai seputar laporan harta kekayaan calon bupati, namun melalui asisten pribadinya, Wahyu, Ida menyerahkan topik wawancara itu ke Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bantul sekaligus tim pemenanganya, Aryunadi.

Maaf kami hanya melaporkan LHKPN [Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara] itu ke KPK, ada mas Agus Azwir [salah satu tim pemenangan Ida] yang mengurus pelaporan itu, soal detail sumber harta itu Bu Ida yang tahu,? Aryunadi balik melempar wawancara.

Tidak banyak sumber yang mengetahui cerita dibalik kekayaan Ida. Ia hanya tercatat pernah menjabat Dewan Komisaris Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat sebelum 2010.

Soal harta cabup petahana itu enggak ada yang tahu, selama ini selalu dirahasiakan,? ungkap salah seoarang sumber yang pernah dekat dengan keluarga Ida.

Selain harta Suharsono dan Sri Surya Widati, KPU juga melansir harta calon wakil bupati nomor urut satu Abdul Halim Muslih senilai Rp810 juta serta harta calon wakil bupati nomor urut dua Misbakhul Munir senilai Rp569 juta. Abdul Halim Muslih adalah Ketua DPC PKB Bantul 2012-2017 sekaligus mantan anggota DPRD DIY. Adapun Misbakhul Munir berasal dari kalangan birokrat. Ia adalah mantan Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Bantul sebelum pensiun dan memilih maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ida.

Harta paslon peserta Pilkada

Suharsono :

  • Tanah dan bangunan Rp5.349.000.000
  • Dua mobil dan dua sepeda motor Rp394.000.000
  • Persewaan mobil, home stay dll Rp3.460.000.000
  • Logam dan batu mulia Rp344.000.000
  • Giro dan setara kas Rp5.508.349.808

Total harta : Rp15.055.349.808

Sri Surya Widati :

  • Tanah dan bangunan Rp929.909.000
  • Satu buah mobil Rp260.000
  • Logam mulia Rp850.000
  • Surat berharga Rp63.450.000
  • Giro dan setara kas Rp261.574.241

Total harta : Rp1.608.783.241

Abdul Halim Muslih

  • Tanah dan bangunan Rp412.240.000
  • Satu mobil dan dua motor Rp167.000.000
  • Giro dan setara kas Rp231.500.000

Total harta : Rp810.740.000

Misbakhul Munir :

  • Tanah dan bangunan Rp211.390.000
  • Satu mobil dan tiga sepeda motor Rp127.000.000
  • Logam mulia Rp1.600.000
  • Giro dan setara kas Rp240.681.458
  • Hutang Rp17.373.800

Total harta : Rp569.297.658

Sumber : LHKPN

Berlangganan Kabar Terbaru dari Kami

GRATIS, cukup daftarkan emailmu disini.