Kamis, Mei 13, 2021
Beranda BERITA Anak dan Mantu Presiden Melesat di Hitung Cepat

Anak dan Mantu Presiden Melesat di Hitung Cepat

Anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berserta pasangannya Teguh Prakosa meraih suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah Solo. Merujuk hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Solo, kandidat yang diusung mayoritas partai ini meraih 175.562 suara atau 74,78 persen. Angka itu jauh mengungguli Bagyo Wahyono-FX Supardjo yang hanya mampu meraup 30.642 suara (13,05 persen). Dari total tersebut, tercatat ada 234.764 suara yang sah. Sedangkan suara yang tidak sah tercatat 28.560 atau 12,17 persen.

“Sekarang itu kita tidak bicara angka lagi. Yang penting warga Solo sehat semua. Pilkada berjalan lancer dan aman. Kalau masalah angka itu masalah belakangan. Saya sudah nothing to lose, menang kalah urusan belakangan,” ujar Gibran.

Sebelumnya pada debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 3 Desember 2020, pasangan Gibran-Teguh sedikitnya menawarkan 4 program kerja jika memenangkan kontestasi pilkada 2020. Antara lain pengembangan kebudayaan, komunikasi antarumat beragama, mempercepat pemulihan ekonomi lewat UMKM dan menjadikan Solo bagian utara sebagai pusat ekonomi perdagangan.

“Solo masa depan adalah Solo pada masa lalu,” kata Gibran mengutip slogan yang pernah diungkapkan bapaknya Joko Widodo saat menjadi Wali Kota Solo.

TULISAN LAIN:  Partisipasi Pemilih Sejumlah TPS di Depok Tak Sesuai Target

Bila memenangi kursi wali kota Solo, Gibran berjanji akan memperbaiki sarana infrastruktur dan air bersih untuk menunjang pusat ekonomi dan perdagangan. “Saya yakin Solo Utara nanti menjadi magnet kabupaten lain,” ujar Gibran. Saat itu, Gibran juga menyinggung pembangunan jembatan layang di Palang Joglo untuk mengatasi kemacetan. “Tinggal PR-nya nanti Palang Joglo untuk mengurai kemacetan apakah dibangun flyover atau elevasi rel,” ujarnya.

Keberhasilan Gibran meraih suara terbanyak, juga diikuti Bobby Afif Nasution yang merupakan suami dari adik Gibran, Kahiyang Ayu. Calon Wali Kota Medan ini berhasil mengungguli perolehan suara petahana Akhyar Nasution dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei usai pemungutan suara Pilkada Medan, Rabu, 9 Desember 2020.

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan Median Survei Nasional hingga Pukul 15.34 WIB, pasangan calon Bobby Nasution-Aulia Rahman unggul 54,80 persen, sementara pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi memeroleh 45,20 persen. Sampai saat ini, data yang dihimpun masih 61,33 persen dengan tingkat partisipasi pemilih 50 persen.

Direktur Riset Median, Ade Irfan Abdul Rachman menjelaskan biasanya setelah data yang masuk 61,33 persen, perolehan suara akan stabil. Ade menyebut hitung cepat ini memiliki margin of eror hanya 1 persen. “Hitung cepat ini dilakukan dengan metode multi-stages random sampling di 300 TPS. Sebaran TPS yang dilakukan untuk hitung cepat diambil secara proporsional,” kata Ade Irfan saat memaparkan hasil hitung cepatnya kepada wartawan di Medan, Rabu sore, 9 Desember 2020.

TULISAN LAIN:  TPS Mantu Jokowi Sepi Peminat

Beroleh hasil positif dari metode hitung cepat, Bobby-Aulia berkumpul di rumah pemenangan yang terletak di Jalan Putri Hijau, Kota Medan. Di sana mereka mengklaim telah memenangkan pemungutan suara di pilkada Medan. Juru bicara tim pemenangan Bobby-Aulia, Ikrimah Hamidy mengungkapkan bahwa pasangan yang diusungnya tidak hanya unggul dalam penghitungan cepat yang dilakukan Median, namun juga Jawa Pos Group. Dalam hitung cepat tersebut, pasangan Bobby-Aulia memeroleh 54,05 persen sedangkan pasangan Akhyar-Salman mendapat 45,9 persen. Sementara suara yang masuk diperkirakan sudah sebesar 95,14 persen,

“Hasil ini kecil sekali ada perubahan. Apalagi data dari saksi kami di lapangan, juga tidak jauh dari hasil yang dirilis lembaga Median Survei dan Jawa Pos Group,” kata Ikrimah kepada wartawan di kantor pemenangan Bobby-Aulia.

TULISAN LAIN:  Masuk Zona Merah, Lansia di Sleman Enggan Mencoblos

Bila menang pemilihan calon wali kota Medan, Bobby-Aulia sebelumnya sesumbar untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Menurut Bobby, korupsi di sektor infrastruktur membuat Medan tidak pernah maju. “Di mana saat ini, 15 persen jalan di Kota Medan rusak dan berlubang. Hal ini diduga akibat anggaran perbaikan jalan dikorupsi dan marak pungli,” kata Bobby dalam debat kandidat putaran pertama di Hotel Grand Mercure Angkasa Medan, Sabtu, 7 November 2020.

Selain itu, Bobby-Auia juga berjanji akan mendorong pelaku UKM untuk memanfaatkan teknologi digital. Hal ini dipercaya sebagai obat mujarab melambungkan lagi ekonomi Medan setelah masa pagebluk Covid-19. (Apriadi Gunawan/Suara.com)


Tulisan ini merupakan hasil kerjasama antara Jaring.id dan Suara.com. Pada Pilkada 2020, kami fokus untuk memproduksi berita terkait penerapan protokol kesehatan dalam pemungutan suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments