Pada 12 Maret 2026, Andrie Yunus, seorang aktivis pembela hak asasi manusia, mengalami serangan penyiraman air keras setelah meninggalkan kantor YLBHI di Jakarta.
Kasus ini tidak hanya meninggalkan luka pada korban, tetapi juga banyak pertanyaan tentang rangkaian peristiwa sebelum serangan terjadi. Dari rekaman CCTV yang tersebar di berbagai titik, terlihat sejumlah orang bergerak, menunggu, berpindah posisi, dan saling terhubung dalam rentang waktu berjam-jam sebelum insiden.
Game investigasi ini dibuat untuk mengajak pembaca masuk ke dalam proses membaca ulang jejak tersebut. Pemain tidak hanya menonton rekaman, tetapi diminta bekerja seperti seorang investigator: mencatat timestamp, membandingkan lokasi, mengenali sosok, menyusun rute, dan menguji sendiri potongan-potongan bukti visual.
Setiap babak membawa pemain menyusuri rekaman CCTV secara bertahap, dari pergerakan awal Andrie, kemunculan para sosok di sekitar YLBHI, hingga detik-detik menjelang serangan. Di akhir permainan, pemain akan melihat bagaimana potongan kecil yang tampak biasa dapat membentuk pola yang lebih besar.
Ini bukan sekadar permainan. Ini adalah cara lain untuk membaca kasus, menguji perhatian kita, dan bertanya kembali: apa yang sebenarnya terekam malam itu?
Aqwam Fiazmi Hanifan
Aqwam Fiazmi Hanifan memulai karier jurnalistiknya pada 2011 sebagai reporter, produser, dan koresponden lapangan. Ia berpengalaman meliput krisis dan konflik di berbagai wilayah Asia, Timur Tengah, dan Eropa, serta sejak 2016 mengembangkan pendekatan OSINT dalam liputan investigatif berbasis data, visual, dan verifikasi digital. Karyanya berfokus pada konflik, lingkungan, korupsi, hak asasi manusia, dan akuntabilitas kekuasaan. Selain terlibat dalam liputan, ia juga aktif menjadi pelatih OSINT untuk jurnalis, organisasi masyarakat sipil, kampus, dan lembaga publik di Indonesia maupun Asia Tenggara.