Saturday, December 5, 2020
Home TIPS DAN ULASAN Lima Cara Medsos Mengubah Wajah Jurnalisme

Lima Cara Medsos Mengubah Wajah Jurnalisme

Kehadiran media sosial memberi dampak sangat besar bagi kerja jurnalistik. Berikut lima cara medsos mengubah jurnalisme di era digital ini:

Jangkauan: media sosial menawarkan jurnalisme lapangan bermain secara global yang potensial. Platform ini bisa digunakan untuk menyebarkan berita, juga untuk mengumpulkan informasi dan memungkinkan kisah-kisah penting setempat disebar menembus batas-batas geografis. Apakah itu pemberontakan Arab Spring atau badai yang terjadi di Haiti, para wartawan bisa mendapatkan narasumber dan membagi cerita mereka ke seluruh dunia.

Partisiapsi: media sosial menyediakan banyak jejaring yang memungkinkan partisipasi dan interaksi audiens. Platform ini menyediakan ruang bagi audiens untuk berkomentar, dan interaksi seperti ini bisa membawa cerita lebih jauh.

Laporan Hiperlokal: media sosial mengisi jurang dalam pelaporan hiperlokal. Dalam kajian terbaru, ada kelompok komunitas, termasuk polisi lokal di Broadmeadows, menggunakan media sosial untuk menyediakan berita-berita lokal. Cara ini mengisi lubang pemberitaan yang ditinggalkan redaksi yang makin mengecil di koran-koran lokal.

Biaya Murah: media sosial adalah cara yang cepat dan murah untuk menemukan, memproduksi dan membagi berita. Cara ini menciutkan halangan-halangan bagi media-media berita dan jurnalis lepas.

Independensi: para jurnalis bisa memintas media yang dikuasai negara dan batasan-batasan lain dalam menerbitkan cerita mereka. Mereka bisa melaporkan secara independen tanpa interfensi redaksi, menggunakan publisitas untuk perlindungan diri.

Tentu saja, kebangkitan teknologi-teknologi media mematahkan model bisnis media tradisional ketika iklan-iklan berpindah ke online, menyebabkan kehilangan pendapatan. Pada gilirannya, ini memicu pemangkasan jumlah pekerja besar-besaran di ruang redaksi dan penutupan surat kabar.

Namun, dengan segala pesimisme yang menular tentang masa depan surat kabar dan aspek negatif medsos, masih ada kebaikan yang bisa dimanfaatkan. Perangkat-perangkat digital mengubah cara jurnalis menemukan, menuturkan dan membagi cerita-cerita mereka kepada audiens di luar kontrol batas-batas negara.

READ  Cara Baru Mendanai Peliputan Investigasi

Pada waktu yang bersamaan, teknologi-teknologi baru memungkinkan para jurnalis melakukan apa yang selalu mereka kerjakan: mengungkap cerita-cerita demi kepentingan publik. (*)

 

Sumber:
“How investigative journalists are using social media to uncover the truth”, diterbitkan di laman The Conversation, 18 Oktober 2016.

READ  The Insider (1999)

Most Popular

Ancang-Ancang Sirekap Hadapi Pemilu 2024

Simulasi penggunaan Aplikasi Sirekap dalam Bimtek Tungsura & Sirekap Gelombang IV yang dilakukan di Jakarta, Senin, 16 November 2020 (Foto: Dok KPU RI)

Laporan Kekerasan di Detensi Imigrasi Malaysia Bakal Ditindaklanjuti

Sebanyak 43 pekerja mengaku mendapatkan kekerasan dan perlakukan tidak manusiawi selama ditahan di detensi Imigrasi Malaysia sebelum...

Ramai-Ramai Melanggar Protokol Kesehatan

Mengendarai Vanderhall—mobil beroda tiga buatan Amerika Serikat—bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Aep Saepuloh...

Digulung Proyek Strategis Nasional

“Jangan ki naik, kalau tenggelam mi kapal bagaimana?” cerita Iwan, nelayan Kodingareng, kepada Jaring.id saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 25 Agustus 2020. Iwan merupakan salah...

Recent Comments