Jurnalisme berbasis data memungkinan jurnalis untuk melampaui berbagai anekdot dan menyandarkan liputannya pada fakta dan bukti. Menggunakan data untuk melakukan peliputan, seseorang bisa melihat titik terbaik?hal paling ilustratif dari cerita tertentu.

Tulisan ini merupakan intisari dari pelatihan pertama School of Data Journalism yang dihelat European Journalism Centre, Open Knowledge Foundation, dan International Journalism Festival. Sesi ini dibawakan oleh Steve Doig, Knight Chair in Journalism, ahli di bidang Computer-asisted reporting

Mengapa melakukan liputan berbasis data

Doig percaya bahwa jurnalisme berbasis data memungkinan jurnalis untuk melampaui berbagai anekdot dan menyandarkan liputannya pada fakta dan bukti. Menggunakan data untuk melakukan peliputan, seseorang bisa melihat titik terbaik?hal paling ilustratif dari cerita tertentu. Jadi, bagaimana caranya menemukan gagasan untuk melakukan liputan berbasis data? Pertama, tengoklah berbagai liputan yang pernah Anda kerjakan seperti olahraga, pemilihan umum, bencana, penyelidikan criminal, aliran dana, dan sebagainya. Hampir seluruh subjek yang diliput oleh Jurnalis memiliki data yang bisa dianalisa secara lebih mendalam. Anda juga? bisa menemukan ide dari berbagai sumber seperti:

  • Melihat apa yang jurnalis lain telah lakukan sebelumnya?jika sesuatu berlangsung di sebuah Kota, ada kemungkinan hal tersebut juga terjadi di kota Anda.
  • Melihat berbagai liputan yang pernah dikerjakan di DataDrivenJournalism.net
  • Memeriksa IRE’s Extra feed
  • Memeriksa The Guardian Datablog
  • Membaca dokumen berisi berbagai data seperti yang dibuat oleh lembaga Negara dan akademisi. Memperhatikan catatan kaki dan bibliografinya bisa menuntun pada sumber data yang menarik.

Darimana mendapatkan ide cerita?

Meneliti kembali gagasan Anda dengan cara:

  1. Pernyataan yang ingin dibuat. Mulailah dengan sebuah hipotesis seperti ?kriminalitas semakin tinggi di daerahku.? Dari hipotesis tersebut Anda mungkin akan membuat berbagai pernyataan lanjutan seperti kriminalitas meningkat sekian persen, angka kriminalitas per 1000 penduduk di daerah ini tertinggi dibandingkan dengan area lainnya.
  2. Pikirkan mengenai variabel yang dibutuhkan untuk memperkuat pernyataan. Mulai berpikir layaknya tabel yang berisikan berbagai informasi (kolom adalah variable dan baris adalah data individual). Terdapat dua bentuk variabel, yakni:
    • Bersifat kategori: gender, jenis tindakan kriminal, kode pos atau segala bentuk variabel dengan label.
    • Bersifat numerik: angka, jumlah tindak kriminal, jumlah kecelakaan, jumlah penahanan.
  3. Cari tahu siapa yang memiliki data yang dibutuhkan. Setelah membuat variabel yang diinginkan, cari tahu siapa yang memiliki data tersebut. Lembaga dan organisasi seperti pemerintah, korporasi, dan sebagainya, mengumpulkan banyak informasoi sehingga Anda tidak perlu lagi mengumpulkannya sendiri.
  4. Dapatkan data tersebut. Jangan merasa terintimidasi dengan format data yang Anda dapat. Jika sudah mengetahui apa yang akan dilakukan dengan data yang tersedia, format sebuah data bisa diubah ke format lainnya sesuai kebutuhan dengan meminta bantuan orang yang ahli dalam hal tersebut. Anda bisa menemukan orang-orang yang bisa melakukannya di berbagai mailing list seperti:
  1. Bersihkan data. Seringkali data yang didapat berantakan. Misalnya saja sebuah laporan mengenai dana kampanye yang dikerjakan oleh para sukarelawan dengan berbagai kesalahan ketik di dalamnya. Hal tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu. Beberapa perangkat lunak yang bisa membantu dalam proses ini a.l:
  1. Setelah data dibersihkan, apa yang harus dilakukan? Carilah pola! Tinggi, rendah, maksimum, minimum, dan sebagainya. Pikirkan bentuk dari data tersebut, cari hal yang tampak tidak lazim. Intalah bahwa banyak cerita ditemukan dengan hal sederhana seperti menyortir data. Anda bisa menggunakan beberapa perangkat sederhana pada spreadsheet seperti sort, filter, function, dan pivot table.

Hal yang perlu diingat adalah jurnalisme berbasis data lebih baik dikerjakan secara tim. Banyak peran berbeda yang harus dilakukan seperti reporter, editor, desainer grafis, fotografer, videographer, desainer web, dan sebagainya.

dialihbahasakan dan disarikan dari?From Idea to Story: Planning the Data Journalism Story?

Categories: Tips

Tinggalkan Balasan