Lazimnya pelaporan investigasi dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang jurnalis dari satu perusahaan media massa yang sama. ICIJ membuktikan bahwa pelaporan investigasi bisa dilakukan wartawan lintas negara dari berbagai perusahaan dengan platform media massa yang berbeda.

Membentuk tim merupakan salah satu langkah awal yang bisa dilakukan dalam melakukan pelaporan investigasi. Beberapa orang dilibatkan dan diberi tugasnya masing-masing. Lazimnya, orang-orang yang terlibat dalam tim tersebut berasal dari satu perusahaan media massa yang sama.

Namun, pada awal 2014 International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) melakukan sebuah terobosan dengan membentuk tim beranggotakan 13 jurnalis yang berasal dari 13 negara dan perusahaan media massa yang berbeda. Mereka berasal dari media massa cetak, radio, hingga media daring. Proyek yang memakan waktu hampir setengah tahun tersebut dinamai Fatal Extraction.

Pelaporan invetigasi ini bermula ketika Will Fitzgibbon berkunjung ke Madagaskar pada 2012. Sebuah poster iklan perusahaan pertambangan yang berbasis di Australia memantik keingintahuannya. Praduga “kutukan sumber daya alam” kemudian ditindaklanjuti dengan pengumpulan data seperti laporan tahunan perusahaan, kliping media, dan berbagai sumber yang dimiliki NGO.

Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah bagaimana menghasilkan suatu laporan baru mengenai pertambangan Afrika yang sudah puluhan tahun berlangsung. Will menemukan bahwa di Afrika, perusahaan pertambangan asal negeri Kanguru paling banyak beroperasi dibandingkan perusahaan asal negara lainnya. Meski demikian, perusahaan asal Kanada dan Tiongkok justru lebih banyak mendapat sorotan.

 

Membangun Tim

Setelah pengumpulan data awal, ICIJ mengontak African Network of Centres fo Investigative Reporting (ANCIR). Organisasi tersebut menyodorkan beberapa nama jurnalis yang punya passion dalam melakukan liputan invetigasi.

Kolaborasi dengan Jurnalis lokal memunyai beberapa kelebihan. Mereka–dibandingkan koresponden asing–memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai kondisi lokal. Selain itu, jurnalis lokal juga memiliki jaringan ke pejabat pemerintah dan swasta yang sudah dibangunya selama bertahun-tahun.

Model kolaboratif juga memangkas biaya yang dibutuhkan dalam liputan investigasi. ICIJ tidak harus mengeluarkan ongkos perjalanan karena jurnalis lokal yang melakukan investigasi.

Kolaborasi jurnalis antar-negara juga terbukti mampu mengatasi hambatan-hambatan akibat perbedaan Undang-undang. Jurnalis di Bostwana dan Mali, yang aksesnya terhadap informasi terhadang karena ketiadaan UU mengenai keterbukaan informasi, dibantu oleh tim di Australia yang mengakses berbagai data perusahaan dari Australian Securities Exchange.

“Data-data yang Anda miliki jauh lebih mendetil dibandingkan dengan yang pernah saya lihat,” ujar Dembele, Jurnalis asal Mali.

 

Dampak yang Luas

Selain membangun kontak antara ICIJ dengan para jurnalis lokal, ANCIR juga menyediakan berbagai bantuan lainnya. Sebuat unit investigatif virtual dibentuk untuk menyediakan editor-editor dengan kemampuan bahasa yang berbeda-beda. Mereka juga mempersiapkan bantuan hukum yang siap membantu para jurnalis jika di kemudian hari mereka mendapatkan gugatan hukum.

Kolaborasi yang dibangun juga memungkinkan perluasan investigasi dari semula hanya dilakukan di empat negara menjadi 13 negara. Fatal Extraction dimulai dengan investigasi di Namibia, Mali, Bostwana, dan Mali. Proyek tersebut kemudian meluas hingga Tanzania, Afrika Selatan, Madagaskar, Burkina Faso, Niger, Senegal, Pantai Gading, Ghana, dan Zambia.

Dampak yang ditimbulkannya pun beragam. Di Burkina Faso, laporan yang dibuat Jurnalis L’economiste du Faso ditindaklanjuti dengan “pertarungan hukum” antara Serikat Pekerja dengan salah satu perusahaan pertambangan emas asal Australia.

Sementara itu, di Australia, Greens Party Senator Lee Rhiannon meminta pemerintahnya untuk menindaklanjuti temuan ICIJ. Pemerintah Australia dianggapnya harus ikut bertanggungjawab membantu komunitas-komunitas yang terganggu akibat kegiatan pertambangan yang dilakukan perusahaan asal Australia.

Secara internasional, Ketua International Trade Union Confederation meminta Australia dan berbagai negara yang menjadi basis perusahaan pertambangan untuk memastikan perlakukan setara antara pekerja lokal dengan pekerja asing.

Lebih jauh, kolaborasi yang terbentuk dalam Fatal Extraction memungkinkan ICIJ memerluas jangkauannya hingga Afrika dan mengindentifikasi isu-isu yang mungkin di garap pada masa mendatang.

 

sumber: How Africa’s Journalists United For A Pioneering Collaboration

Tags:
Categories: Tips Karya

Tinggalkan Balasan