Di persimpangan data dan jurnalistik, banyak yang bisa salah. Berhati-hati saja mungkin tidak cukup. Jurnalis data New York Times Robert Gebeloff menjelaskan dalam jurnalisme data kita tidak dapat menyelesaikan sesuatu yang “setengah benar”.

Sesuatu yang kurang benar adalah salah dan jurnalis data tidak boleh salah. Tidak seperti situs pengecekan fakta seperti Politifact, yang menciptakan “skala” untuk kebenaran, dari yang salah sampai benar dan segala sesuatu di antaranya.

“Data jurnalisme harus selalu benar,” kata Gebeloff dalam European Investigative Journalism Conference & Dataharvest, yang baru-baru ini diadakan di Mechelen, sebuah kota yang berada 20 menit di luar Brussels.

Walaupun cerita kita benar, Gebeloff juga menilai masih ada celah untuk salah apabila gagal mencari konteks atau gagal untuk mengakui ketidakpastian serta tidak menggambarkan temuan dengan benar. “Cerita Anda bisa matematis benar, tapi salah dalam konteks atau penjelasan,” ungkapnya.

Selain itu, ketika mengerjakan sebuah cerita, jurnalis harus mempertimbangkan apakah mereka menggunakan matematika fantastis, memikirkan statistik atau matematika standar. Penggunaan matematika fantastis dapat menjelajahi hubungan yang kompleks, namun pada saat bersamaan, ceritanya akan lebih sulit untuk dijelaskan.

Menggunakan matematika fantastis mungkin diperlukan untuk menemukan atau melaporkan sebuah cerita. Tapi jika kita tidak bisa menjelaskan apa yang telah kita lakukan pada pembaca, mereka mungkin akan skeptis.

“Terkadang saya tidak membuat cerita karena saya tidak pernah bisa menjelaskan metode yang saya perlukan untuk audiens saya,” katanya.

Untuk itu, Gebeloff menyarankan jurnalis menggunakan daftar periksa untuk terhindar dari kesalahan dengan jurnalisme data. Sebab setengah kebenaran adalah salah, dan jurnalisme data harus selalu benar. Tapi hanya menjadi fakta saja tidak cukup. Cerita bisa matematis benar tapi salah dalam konteks atau penjelasan. Berikut beberapa daftar cek yang bisa digunakan:

– Periksa data dengan saksama. Memeriksa data dengan memperhatikan tanggal, periksa ejaan dan duplikat, identifikasi data outlier atau data yang berada di luar simpangan baku. Jika menemukan statistik yang signifikan saja bukanlah berita. Jika terdapat suatu hal yang menjadi tren, seharusnya itu benar secara umum dan tidak hanya berdasarkan tahun tertentu, gunakan rentang waktu yang lebih panjang dan kombinasikan rata-rata tahun. Pastikan data mewakili fakta.

– Sewaktu bekerja, simpan buku catatan data yang mencatat apa yang telah dilakukan dan bagaimana melakukannya. Karena perhitungan yang dilakukan harus bisa direproduksi kembali.

– Pastikan menjelaskan metode yang digunakan kepada audiens dan paham bagaimana cerita itu ditemukan.

– Terapkan metode menyerang dan bertahan secara bersamaan. Temukan cerita yang paling memungkinkan, tetapi pikirkan alasan kemungkinan salah atau apa yang mungkin menjadi tanggapan dari target.

– Gunakan target sebagai sumber untuk menemukan serangan balik sebelum dipublikasikan.

– Sebagai bagian dari proses pemeriksaan, buatlah file catatan kaki. Kenali setiap fakta dan berikan nomornya. Kemudian, untuk setiap fakta, cantumkan dokumen mana, darimana, bagaimana mengetahuinya dan buktinya. Perbaiki apa yang perlu diperbaiki.

Sumber:
https://github.com/gebelo/training2017/blob/master/wrong.pptx

How Not To Be Wrong

Categories: Tips