Menjadi peniup peluit atau pembocor rahasia besar risikonya. Namun, selalu ada orang yang berani untuk melakukannya, berani menanggung akibat perbuatan mereka itu, dengan berbagai motif tentunya. Ada banyak nama peniup peluit yang tercatat dalam sejarah dunia, terutama di Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah:

1.John Doe (Peniup peluit Panama Papers)

John Doe: Hello. This is John Doe. Interested in data?
Suddeutsche Zeitung: We’re very interested
John Doe: There are a couple of conditions. My life is in danger. We will only chat over encrypted files. No meeting, ever. The Choice of stories is obviously up to you.
Suddeutsche Zeitung: Why are you doing this?
John Doe: I want to make these crimes public.

Ini adalah secuplik percakapan antara John Doe, pembocor data rahasia terbesar tahun ini, Panama Papers, dengan Suddeutsche Zeitung, koran Jerman. John Doe belum mengungkap jati diri dia sesungguhnya. Ia (atau mereka?) merasa terancam. John Doe bahkan tidak ingin ditemui. Dunia masih menanti siapa sesungguhnya orang yang mengungkap perilaku penghindaran pajak para penguasa, selebritas, pengusaha, dan para penjahat, seorang yang hanya mengatakan bahwa ia ingin membuat kejahatan-kejahatan ini diketahui publik.

2.Edward Snowden

Yang ini lebih berani mengungkapkan jati dirinya. Snowden membocorkan program rahasia pemerintah AS yang menyadap semua komunikasi elektronik warga negaranya. Alasannya: ia ingin warga Amerika dan semua orang di dunia tahu apa bahwa mereka tak punya privasi lagi. “Saya tidak berniat menghancurkan sistem, tapi memungkinkan publik memutuskan apa yang harus mereka lakukan dengan sistem tersebut,” katanya kepada Glenn Greenwald dari The Guardian.

Berbeda dengan John Doe, Snowden sejak awal menyatakan akan membuka jatidirinya. Alasannya jelas: ia tidak ingin perbuatannya didefinisikan oleh orang lain. “Saya tidak berencana untuk menyembunyikan apa dan siapa saya,” katanya, “jadi saya tidak punya alasan untuk bersembunyi dan mengumpan teori-teori konspirasi atau kampanye setanisasi.”

3. Bradley Manning (Sekarang Chelsea Manning)

Bradley Manning mungkin yang paling sial dari semua pembocor rahasia terkenal. Perbuatannya membocorkan dokumen-dokumen rahasia negara, segala komunikasi diplomatik, video-video perang Afganistan dan Irak, penyiksaan yang ditimpakan pada para tahanan perang (meskipun yang belum tentu bersalah) kepada Wikileaks telah menampar wajah pemerintah Amerika Serikat.

Sayangnya, ia tak sempat melarikan diri seperti Edward Snowden. Anggota militer aktif ini diciduk begitu jatidirinya diungkap orang yang dipercaya Bradley sebagai teman “curhat”. Ia dikhianati. Manning dijatuhi hukuman 35 tahun penjara. Ia dianggap sebagai pengkhianat negara kelas satu. Perlakuan terhadapnya sama dengan yang diterima tahanan perang. Ia disiksa di dalam tahanan.

Berbeda juga dengan Snowden yang bisa menjelaskan motif perbuatannya, Manning keburu dibungkam. Perbuatannya membocorkan rahasia itu dianggap sebagai tindakan emosional, karena cinta. Ia dianggap tidak menyadari perbuatannya sepenuhnya. Ia tidak tahu apa yang ia lakukan, bahkan ia dianggap tidak membaca semua dokumen yang dibocorkannya.

4. Harry Markopolos

Manajer investasi Amerika Harry Markopolos hidup dalam ketakutan. Selama tiga tahun, ia membawa revolver Smith & Wesson, memeriksa kolong mobilnya -takut ada yang menanam bom– dan menghindari jalan-jalan di tempat-tempat yang gelap dan remang-remang.

Jauh sebelum dunia digegerkan pengakuan Bernard Madoff, seorang yang dihormati di Wall Street, tentang skema Ponzinya, Markopolos telah berusaha memperingatkan para investor. Namun peringatannya diabaikan semua orang. Mereka lebih percaya pada Madoff. Nama Markopolos baru terdengar lagi ketika penipuan yang dilakukan Madoff senilai US$65 miliar terungkap pada 2008.

Sebelum semua terungkap, Markopolos hidup dalam ketakutan. Ia takut pada Madoff dan para pengelola investasi yang menyuapi Madoff dengan uang para nasabah mereka. “Jika ia tidak punya alasan untuk membunuh saya, pikirkan tentang para pengelola investasi. Apa yang akan terjadi pada gaya hidup mereka? Mereka akan hancur secara finansial, mereka akan dituntut semua, dan mudah-mudahan, banyak yang dipenjara. Apa yang akan dilakukan orang-orang ini untuk melindungi gaya hidup mereka?”

5. Jeffrey Wigand

Industri rokok adalah industri yang paling gelap. Kegelapan itu diterobos Jeffrey Wigand, seorang pejabat tinggi di perusahaan rokok terkenal. Ia muncul dalam program CBS “60 Minutes” pada 4 Februari 1996, untuk memaparkan apa yang dikerjakan Brown & Williamson dalam memanipulasi campuran tembakaunya untuk meningkatkan jumlah nikotin dalam rokok sigaret.

Sebagai pembocor, Wigand menerima banyak ancaman, sampai-sampai ia menyewa pengawal untuk melindunginya. Salah satu ancaman itu berbunyi: “Kami ingin kau tahu bahwa kami tidak melupakan kebandelanmu. Jika kau pikir kami akan membiarkan kau menghancurkan hidup kami, kau akan mendapatkan kejutan besar! Kau tidak bisa mempertahankan para pengawal selamanya, brengsek.”

6.Daniel Ellsberg

Ia seorang mantan analis militer yang diperkejakan oleh RAND Corporation dan merilis Pentagon Papers yang terkenal yang menunjukkan proses pembuatan keputusan pemerintah terkait Perang Vietnam. Dokumen-dokumen ini terbukti mengakui bahwa perang tersebut tidak bisa dimenangkan.

7. Mark Felt

Sebelum terungkap jati dirinya, lelaki ini dikenal dengan nama Deep Throat. Ia memasok segala data tentang kebobrokan pemerintahan Presiden Nixon kepada dua wartawan The Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein. Kasus yang kemudian dikenal dengan nama Watergate ini pada akhirnya berhasil melengserkan Presiden Nixon dan memenjara beberapa pembantu top Nixon pada 1974.

Tiga puluh tahun setelah peristiwa itu berlalu, jati diri Deep Throat baru terbuka. Ia ternyata Mark Felt, orang kedua di tubuh FBI pada masa itu. Felt kecewa Nixon menempatkan orang-orangnya pada posisi puncak FBI. Padahal, Felt adalah kesayangan J Edgar Hoover (pendiri FBI) dan digadang-gadang bakal menempati posisi tertinggi itu.

Woodward menulis soal motivasi Felt membocorkan rahasia tersebut: “Singkatnya, [Felt] tahu ada yang ditutup-tutupi, tahu para petinggi terlibat, dan tidak percaya pada penjabat direktur FBI, Pat Gray. Ia tahu Gedung Putih Nixon korup. Pada saat yang sama ia kecewa tidak mendapatkan posisi direktur. Dan saya terus mendorong dan mendorongnya.

8. Frank Serpico

Nama Frank Serpico terkenal ketika Al Pacino memerankan karakter ini dalam film Serpico. Tokoh sesungguhnya ini adalah seorang polisi yang jago menyamar. Ia biasa memainkan banyak peran ketika hendak menangkap para penjahat. Jagoan di lapangan ini ternyata juga gerah melihat korupsi di dalam kantor, New York Police Department (NYPD).

Ia sering bersuara vokal mengenai korupsi tersebut. Ia juga pernah mengadukannya ke atasannya. Alih-alih ditanggapi, ia malah dimusuhi oleh teman-teman sejawatnya. Terbukti, saat ia membutuhkan bantuan untuk menangkap penjahat, tak seorang pun menanggapinya. Ia tertembak meski tak sampai mati.  (Ida Rosdalina/Berbagai Sumber)

Categories: Feature