2001
Banjir izin pertambangan di Kalimantan Timur yang mencapai 87,52 hektar

2005
Izin pertambangan di Kalimantan Timur tercatat 38 buah dengan luas 20.323 hektar

12 Januari 2009
Pemerintah mengundangkan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Batubara dan Mineral

2009
Izin pertambangan di Kalimantan Timur mencapai 76 IUP dengan luas wilayah 27.555 hektar

20 Desember 2010
Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Reklamasi dan Paska Tambang (PP 78/2010) ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Juni 2011
Tiga anak kecil ditemukan meninggal di wilayah Sungai Kerbau, Kecamatan Sambutan, Samarinda

13 Februari 2012
Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan / atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara. Dalam Permen ini salah satu Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara, jarak minimal mestinya 500 meter dari wilayah pemukiman penduduk.

25 Oktober 2012
Provinsi Kalimantan Utara diresmikan lewat UU Nomor 20 Tahun 2012. Provinsi Kalimantan Utara didirikan sebagai bagian dari pemekaran Provinsi Kalimantan Timur

25 November 2013
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Pasca Tambang (Nomor 8 Tahun 2013)

22 Desember 2014
Raihan, seorang anak warga Sempaja Selatan, Samarinda (10 tahun) meninggal di lubang tambang milik PT Graha Buana Etam, yang berjarak 189 meter dari pemukiman penduduk. Ibu korban, Rahmawati lalu menggelar petisi online yang sampai bulan Agustus 2016 telah mengumpulkan 11.544 tandatangan.

18 November 2015
Aprilia Wulandari (12 tahun) tercebur ke lubang bekas tambang di Lok Bahu, Samarinda

November 2015
Presiden Joko Widodo mengunjungi Kalimantan Timur

Desember 2015
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek, menghentikan operasi 11 perusahaan tambang di Kaltim

Desember 2015
Harga batubara di pasar internasional lesu dan memukul banyak perusahaan batubara di Kalimantan. KADIN Balikpapan mengatakan dari 160 perusahaan batubara kelas menengah ke bawah, 47 di antaranya sudah gulung tikar.

Februari 2016
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lubang bekas tambang PT Cahaya Energi Mandiri (PT CEM) dan PT Multi Harapan Utama (PT MHU) di Tenggarong, Kutai Kartanegara, tempat terceburnya dua anak yang ditemukan tewas di lubang tersebut.

22 Maret 2016
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyetop operasional dua perusahaan tambang, PT CEM dan PT Energi Cahaya Industritama (ECI)

22 dan 24 Maret 2016
Noval Selamet Riyadi dan Diki Aditya meninggal di lokasi lubang yang sama milik PT Bukit Baiduri Energi

24 Maret 2016
Presiden Joko Widodo mengunjungi Kalimantan Timur

12 Juni 2016
Pembentukan Pansus Reklamasi dan Investigasi Korban Bekas Lubang Tambang di Kalimantan Timur

Sumber: aneka sumber

Categories: