Perseteruan Gawker dengan orang-orang kaya dan berpengaruh belum usai. Cuma selang sehari setelah Peter Thiel mengungkap jati dirinya sebagai orang di balik tuntutan Hulk Hogan terhadap Gawker, media pimpinan Nick Denton itu menurunkan sebuah artikel investigasi yang ditulis sangat panjang tentang misteri rambut Donald Trump yang kesohor itu. Artikel berjudul “”Is Donald Trump’s Hair a $60,000 Weave? A Gawker Investigation” ditulis wartawan Gawker bernama Ashley Feinberg.

Tulisan ini berawal dari info seorang yang mengaku tahu betul apa di balik misteri rambut khas Trump. Sumber yang tak disebutkan namanya itu mendatangi Gawker dan menyodorkan sebuah solusi atas misteri besar: Rambut Trump bukan rambut asli. Rambut itu ditanam dan dipelihara dengan harga puluhan ribu dolar, dan perawatan itu berasal dari seorang pria semisterius Trump.

Jawabannya, menurut sang informan, adalah sebuah perawatan pengembalian rambut yang tak banyak dikenal, yang disebut “intervensi mikrosilinder”. Dan terapi itu hanya dijalankan oleh sebuah klinik perawatan rambut yang dikenal dengan nama Ivari International. Bukan itu saja, ternyata Ivari cabang New York berlokasi di dalam Trump Tower, di lantai privat yang hanya disediakan untuk kantor Trump.

Feinberg mengaku tidak bisa mengonfirmasikan hubungan Trump dan Ivori ini. “Baik Trump maupun Ivari tidak menanggapi berbagai permintaan untuk komentar,” kata Feinberg. Ia tidak kehilangan akal. Ia kemudian melakukan riset mendalam tentang sejarah Ivori, dan catatan fotografik rambut Donald Trump. Dengan hasilnya ini, Feinberg berani mengklaim,” Ini bisa menjadi jawaban — mungkin jawaban pertama yang masuk akal — untuk teka-teki rambut Donald Trump.”

Trump memang pernah menjelaskan bagaimana ia merawat rambut khasnya itu dalam sebuah tulisan profil di majalah Rolling Stone pada 2011. Begini katanya:

OK, yang saya lakukan adalah, mengeramasnya dengan Head and Shoulders. Tapi, saya tidak mengeringkannya. Saya biarkan rambut itu kering sendiri. Butuh waktu sekitar satu jam. Kemudian saya membaca dokumen-dokumen dan lain-lainnya.

…Kemudian saya menyisir rambut. Ya, saya menggunakan sebuah sisir. …Apakah saya menyisir ke arah depan? Tidak, saya tidak menyisir ke arah depan. Saya sebenarnya tidak punya belahan rambut yang buruk. Ketika Anda memikirnya, ternayta tidak buruk juga. Maksud saya, saya mendapat banyak pujian untuk gaya sisiran itu. Tapi ini bukan gaya sisiran sungguhan. Cuma sisiran maju dan mundur. Saya menyisir dengan cara yang sama selama bertahun-tahun. Selalu sama, setiap kali.

Namun Feinberg bersikap kritis. Menurut dia bagaimana mungkin, rambut mansia bisa begitu nyaman dalam satu bentuk yang sama?

Seperti yang diinfokan sumbernya, Feinberg lalu memaparkan ternyata Donald Trump merawat rambutnya di Ivari International milik Edward Ivari. Dengan biaya awal sebesar US$ 60.000, plus biaya perawatan tetap, Trump bisa terus mempertahankan gaya sisirannya yang khas. Dalam artikel itu, Feinberg menulis dengan tutur bahasa yang jahil, Ia juga melengkapi paparannya dengan berbagai teori tentang rambut, berbagai foto arsip dan info-info dari brosur tentang pelayanan Ivari International, serta tuntutan-tuntutan hukum yang pernah diajukan terhadap Ivari.

Tulisan yang tampaknya sepele ini dinilai para wartawan senior telah memenuhi unsur investigasi. Menurut Gawker, kerja investigasi Feinberg ini dipuji Times, Wall Street Journal, dan The Atlantic; dan setidaknya tiga peraih Pulitzer Prize.

Bahkan David Simon, reporter peraih pernghargaan yang kini menjadi penulis skenario dan kerap mengkritik Gawker, menyampaikan pujiannya. Ia berpendapat bahwa jika media AS menginvestigasi klaim pemerintah Bush tentang senjata pemusnah massal milik Saddam Hussein dengan energi yang sama, Perang Irak mungkin akan terhindar.

Dituntut Lagi

Namun, upaya gigih Feinberg mengulik asal-usul rambut Trump ternyata bikin telinga Edward Ivari panas. Ia mengutus seorang pengacara bernama Charles J. Harder untuk mengirim surat ancaman hukum kepada Gawker. Harder bukan nama asing bagi Gawker. Pengacara ini pula yang berhasil menjatuhkan Gawker dalam sidang melawan Hulk Hogan soal rekaman seks. Ini berarti Harder adalah pengacara yang dibayar oleh Peter Thiel. Apakah Peter Thiel juga berada di balik tuntutan kali ini? Belum bisa dibuktikan.

Harder mengklaim bahwa cerita Feinberg “salah dan fitnah”, melanggar privasi Ivari, secara sengaja memicu penderitaan emosional, dan melakukan “gangguan yang menyakitkan” terhadap relasi bisnis Ivari. Harder menghitung ada 19 pernyataan fitnah yang berbeda — anehnya, semua pernyataan yang dikutipnya itu sudah ada dalam tuntutan hukum resmi yang pernah diajukan melawan Ivari.

Harder juga menuntut Gawker mencabut berita itu, menyatakan permintan maaf secara publik. Ia meminta semua dokumen fisik dan elektronik, material dan data yang dimiliki Gawker terkait cerita itu, dan yang penting, mengungkap siapa sumber-sumber Gawker.

Tuntutan ini menjadi babak baru perseteruan Gawker dengan orang-orang yang menjadi target pemberitaannya. Menurut Nick Statt dari The Verge, perseteruan ini bahkan lebih aneh daripada sebuah fiksi.

“Dituntut karena memposting rekaman seks seseorang di internet adalah klaim yang bisa dibenarkan. Dituntut karena memberitakan rambut seseorang, tentu tidak bisa. Jika jenis tuntutan semacam ini mulai dijadikan senjata — berkat figur-figur seperti Thiel dan Harder — celah-celah dalam First Amendment tidak akan berakhir pada Hogan atau rambut palsu dan mereka tidak berhenti pada Gawker,” tulis Statt. (Ida Rosdalina)

Sumber-sumber:

1. “Is Donald Trump’s Hair a $60,000 Weave? A Gawker Investigation” dimuat di Gawker, 24 Mei 2016

2. “Reporting on Donald Trump’s hair might get you” dimuat di Theverge.com, 14 Juni 2016.

Categories: Berita