Jurnalis investigasi dan pionir jurnalisme data tengah berkumpul dalam Konferensi Global Jurnalisme Investigasi di Johannesburg, Afrika Selatan, 16 – 19 November 2017. Pertama kalinya Afrika sebagai tuan rumah untuk konferensi ke sepuluh yang digagas Global Investigastive Journalism Network (GIJN), menggandeng Wits University Journalism Program.

Ada 150 panel yang terdiri dari workshop, acara spesial dan sesi berbagi kemampuan serta trik khusus dari jurnalis investigasi. Bagi yang tidak berkesempatan hadir langsung di Joburg, Anda bisa mengikuti informasi terbaru di laman dan media sosial GIJN.

Dikutip dari lama GIJN.org (16/11), salah satu pembahasan utama dalam konferensi ini adalah Paradise Papers. Kabarnya, International Consortium of Investigative Journalism (ICIJ) akan meluncurkan data terbaru para penggelempang pajak di sejumlah negara lepas pantai setelah laporan yang mereka publikasikan minggu ini. Dihadiri langsung tim Offshore Data Hackathon ICIJ dan akan membahas kolaborasi lintas batas. Afrika Selatan juga sedang diguncang skandal Presiden Zuma dengan keluarga Gupta. Baru-baru ini bocoran email (#GuptaLeaks) menawarkan bukti luar biasa tentang pengaruh keluarga ini.

Yang sangat dinantikan dari acara kali ini adalah pidato utama ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz tentang kekuatan media era Post-Truth. Stiglitz akan terang-terangan mengenai peran penting pers, kejahatan para demagog yang berusaha melemahkan jurnalisme dan pentingnya pelaporan investigasi.

Sejumlah tren dan gambaran terbaru juga dibahas seperti globalisasi jurnalisme investigasi dengan munculnya kolaborasi investigasi lintas batas. Tren global apa yang berpengaruh terhadap perkembangan jurnalisme data serta seperti apa jurnalisme data ke depannya. Ke depan, model pelatihan seperti apa yang diperlukan untuk jurnalis investigasi. Serta bagaimana menghadapi peningkatan ancaman terhadap jurnalis independen dan acaman kebijakan keamanan dan privasi.

Untuk metode peliputan terbaru akan membahas tentang fixers dan koresponden asing. Bagaimana mengukur dampak dari jurnalisme investigasi, apakah orang-orang dalam posisi berkuasa dipengaruhi oleh jurnalisme investigatif? Dalam sebuah pratinjau sebuah studi terbaru, Rachel Oldroyd dari Biro Investigasi Jurnalisme yang berbasis di London mengungkapkan hasil survei opinion makers Inggris dan Eropa.

Pengungkapan korupsi dan kriminal global akan melihat bagaimana Organized Crime & Corruption Reporting Project berkolaborasi di sejumlah negara. Jurnalis Rappler akan cerita bagaimana mereka mengungkap pembunuhan tanpa proses peradilan yang dilakukan rezim Rodrigo Duterte dalam perang bawah tanah oleh polisi.

Akan ada juga sesi berbagi teknik dan alat terbaru melawan berita bohong, menghadapi kekerasan di media sosial, google dan pusat data global terbaik, inovasi model terbaru, realitas virtual dengan jurnalisme investigasi, inovasi laporan bercerita, drone, sensor dan satelit.

Dalam kesempatan ini, jurnalis Investigasi Afrika akan meluncurkan buku African Muckraking, koleksi investigasi pertama dan kampanye jurnalisme yang ditulis oleh orang Afrika, tentang Afrika. Tulisan mereka mencakup pelanggaran tenaga kerja, kekerasan polisi, hak perempuan, perjuangan demokrasi dan kemerdekaan, dan banyak lagi.

Hari terakhir kegiatan akan ada pemberian penghargaan Global Shiling Light Award, penghargaan kepada jurnalis investigasi dari negara berkembang atau negara transisi yang berada di bawah ancaman. [Debora Blandina Sinambela]

Categories: Berita